Breaking News:

Israel

China, Tunisia dan Norwegia Minta Israel dan Hamas Segera Hentikan Serangan

Mona Juul juga meminta penghentian adanya provokasi, hasutan, penghancuran, dan rencana penggusuran di Sheikh Jarrah di Yerusalem timur.

Editor: DionDBPutra
MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. 

TRIBUN-BALI.COM - Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), China, Norwegia, dan Tunisia meminta Israel dan Hamas segera menghentikan aksi saling serang yang berlangsung sejak 10 Mei 2021.

Sikap ketiga tiga negara tersebut disampaikan di markas PBB New York, Senin 17 Mei 2021.

Dikutip dari tayangan Kompas Tv, Senin 17 Mei 2021, perwakilan tetap dari Negara Norwegia untuk PBB, Mona Juul meminta baik Israel dan Hamas segera menghentikan segala tindak kekerasan yang terjadi akibat konflik tersebut.

Mona Juul juga meminta penghentian adanya provokasi, hasutan, penghancuran, dan rencana penggusuran di Sheikh Jarrah, lingkungan kecil di Yerusalem timur.

Baca juga: Israel dan Palestina Masih Saling Menyerang hingga Pekan Kedua, Korban Berjatuhan

Baca juga: SISI LAIN: Bung Karno Pernah Mati-matian Bela Palestina & Boikot Israel dalam Asian Games 1962

"Kami menuntut penghentian segera semua tindakan kekerasan, provokasi, hasutan, penghancuran, dan rencana penggusuran."

"Kami mendesak kedua belah pihak untuk segera menurunkan ketegangan dan mengakhiri kekerasan," kata Mona Juul.

Perwakilan Norwegia tersebut juga menyatakan siap mendukung untuk membahas solusi sesuai dengan resolusi PBB dan hukum internasional.

Mereka juga mengupayakan intensifikasi dan percepatan upaya diplomatik demi segera mengakhiri konflik ini.

"Terakhir kami menegaskan dukungan kami untuk solusi dua negara yang dinegosiasikan sesuai dengan resolusi PBB yang relevan dan hukum internasional."

"Dan mendesak untuk intensifikasi dan percepatan upaya diplomatik dan dukungan terhadap tujuan ini," kata Mona Juul.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved