Israel
China, Tunisia dan Norwegia Minta Israel dan Hamas Segera Hentikan Serangan
Mona Juul juga meminta penghentian adanya provokasi, hasutan, penghancuran, dan rencana penggusuran di Sheikh Jarrah di Yerusalem timur.
Lebih dari 700 warga Palestina terluka di Yerusalem dan diseluruh Tepi Barat yang diduduki selama 24 jam terakhir.
Sheikh Jarrah Jadi Lokasi Konflik
Sebagian besar warga Sheikh Jarrah adalah orang Palestina. Namun, bagi Israel, wilayah itu merupakan lokasi suatu tempat suci karena terdapat makam seorang imam agung Yahudi.
Warga Palestina khawatir mereka akan diusir dari lingkungan itu, apalagi saat Mahkamah Agung Israel akan menggelar sidang soal sengketa hukum wilayah tersebut pada Senin pekan depan.
Juru bicara Komisi PBB urusan Hak Asasi Manusia (HAM), Rupert Colville menyatakan bahwa pengusiran, bila diputuskan dan dilaksanakan, akan melanggar kewajiban Israel di muka hukum internasional.
Pengusiran tersebut yakni atas wilayah Yerusalem Timur yang direbut dan didudukinya, bersama dengan Tepi Barat, dari Jordania pada 1967.
"Kami menyerukan Israel untuk segera menghentikan semua pengusiran paksa, termasuk mereka yang tinggal di Sheikh Jarrah."
"Dan menghentikan setiap kegiatan yang akan menimbulkan suasana yang koersif dan mengarah kepada alih kepemilikan paksa," kata Rupert Colville
Israel menduduki Yerusalem timur sejak Perang Timur Tengah 1967.
Walau tidak diakui sebagian besar masyarakat internasional, Israel klaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Palestina menyatakan Yerusalem timur menjadi ibu kotanya masa depan, sebagai negara yang independen.
Berita lainnya terkait konflik Palestina-Israel
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com berjudul Norwegia, China, dan Tunisia Sepakat Minta Israel dan Hamas untuk Segera Hentikan Konflik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/asap-tebal-membubung-dari-menara-jala-saat-dihancurkan-dalam-serangan-udara-israel-di-kota-gaza.jpg)