Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Israel

China, Tunisia dan Norwegia Minta Israel dan Hamas Segera Hentikan Serangan

Mona Juul juga meminta penghentian adanya provokasi, hasutan, penghancuran, dan rencana penggusuran di Sheikh Jarrah di Yerusalem timur.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. 

Tunisia berharap permusuhan antar kedua negara ini segera dapat diredam.

Dengan begitu lintas batas ke wilayah Palestina yang saat ini sedang diduduki Israel dapat segera dibuka.

Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan dan medis dapat tersirkulasi dengan baik.

Mengingat hal ini sangat dibutuhkan untuk kelangsungan populasi warga negara yang menjadi korban atas blokade dan penindasan.

'Tunisia berharap bahwa permusuhan harus berhenti dan lintas batas ke wilayah Palestina yang diduduki (atau sedang dalam keadaan) terkepung harus dibuka kembali."

"Untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan dan medis yang sangat dibutuhkan untuk populasi yang sangat rentan."

"Sebelum eskalasi sudah berada di bawah situasi kemanusiaan yang mengerikan karena blokade dan penindasan-penindasan lainnya," kata Tarek Ladeb.

Pemberontakan di Sheikh Jarrah

Dikutip dari Tribunnews.com, Senin 17 Mei 2021, Sheikh Jarrah, lingkungan kecil di Yerusalem Timur, telah menjadi pusat bentrokan warga Palestina dengan polisi Israel dan ekstremis Yahudi.

Sebelumnya, militer Israel meluncurkan serangan udara baru di Jalur Gaza yang terkepung pada Selasa pagi 11 Mei 2021 waktu setempat.

Serangan tersebut menargetkan beberapa daerah setelah tembakan roket dilancarkan dari daerah kantong tersebut.

Kejadian ini berlangsung beberapa jam seusai puluhan warga Palestina, termasuk sembilan anak di antaranya tewas dalam serangan udara Israel Senin malam 10 Mei 2021.

Tembakan roket terjadi setelah penguasa Gaza, Hamas mengeluarkan ultimatum yang menuntut Israel mundur dari pasukan keamanannya dari kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki setelah beberapa hari kekerasan terhadap Palestina.

Polisi Israel menyerbu kompleks tersebut tiga berturut-turut.

Israel dilaporkan menembakkan peluru baja berlapis karet, granat kejut, dan gas air mata ke jemaah Palestina di dalam masjid pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved