Berita Bali

Gelar Disuksi di Sanur, GMNI Denpasar Minta Pemerintah Realisasikan Buka Pariwisata Bali

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar tak henti-hentinya mengawal wacana pembukaan pariwisata di Bali

Istimewa
DPC GMNI Denpasar menggelar menyelenggarakan Bincang Santai di Warung Pan Tantri, Sanur, Jumat 14 Mei 2021 kemarin - Gelar Disuksi di Sanur, GMNI Denpasar Tegaskan Desak Pariwisata Bali Harus Segera Dibuka 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar tak henti-hentinya mengawal wacana pembukaan pariwisata di Bali yang dijanjikan Presiden RI, Joko Widodo.

Melalui keterangan persnya yang diterima oleh Tribun Bali, Minggu 16 Mei 2021, DPC GMNI Denpasar menggelar menyelenggarakan Bincang Santai di Warung Pan Tantri, Sanur, Denpasar, Bali pada Jumat 14 Mei 2021 kemarin.

Dalam diskusi tersebut GMNI Denpasar mengundang berbagai stakeholder terkait di bidang pariwisata, diantaranya Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, Ketua Senat Mahasiswa Poltekpar Bali Desak Gede Camelia Bara Perthivi Wijaya serta menghadirkan juga pengelola Warung Pan Tantri selaku pelaku UMKM Bali I Kadek Darma Apriana

“Kami berterima kasih kepada Pak Dek Unggit karena telah memfasilitasi tempat berlangsungnya bincang santai mengenai wacana pariwisata di Bali,” ucap Ketua DPC GMNI Denpasar, I Putu Chandra Riantama yang juga penggagas acara tersebut.

Baca juga: Jelang Pembukaan Pariwisata Internasional, Yunani Gaet Wisman dengan Promo

Ia menyebutkan bahwa diskusi ini sengaja digelar sebagai bagian dari komitmen GMNI Denpasar memperjuangkan rakyat Bali.

“Diskusi kemarin di Warung Pan Tantri menjadi pesan kepada semuanya untuk mendukung UMKM lokal,” beber pemuda asal Badung ini

Oleh sebab itu, pihaknya juga mengajak agar seluruh komponen bersama-sama mendorong Pemprov Bali untuk menagih janji Presiden Jokowi yang akan membuka Pariwisata Bali pada bulan Juni-Juli 2021.

“Kami mendorong pemerintahan daerah Bali memastikan realisasi dari janji Presiden Jokowi tersebut agar realisasi benar-benar terjadi di bulan Juni-Juli nanti,” paparnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam diskusi semua pihak bersepakat agar pariwisata Bali segera dibuka.

“Pun juga dengan peserta yang hadir, berharap dan mendorong wacana pembukaan pariwisata Bali tak hanya janji-janji belaka lagi,” paparnya.

Ketua PHRI Badung, Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, berpandangan bahwa pemerintah akan mengupayakan agar pariwisata dalam hal ini border internasional segera dibuka.

Namun menurutnya pembukaan tersebut harus secara perlahan-lahan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Baca juga: Pesanan Hotel Nihil Saat Libur Lebaran 2021, Insan Pariwisata Ubud Bali Terpukul

Sementara itu, Pengusaha UMKM, Kadek Darma Apriana alias Dek Unggit mengatakan, bahwa Bali tak dapat dipungkir sangat menggantungkan diri pada pariwisata.

“Sebagai anak muda Bali, pasti berharap pariwisata Bali segera dibuka, karena tidak dapat kita pungkiri nyawa kita 85 bahkan 90 persen tergantung dari pariwisata. Semoga kita bangkit, bersinar tanpa rasa takut dan bersinergi untuk pariwisata Bali,” ucap Dek Unggit.

Sejalan dengan itu, Senat Mahasiswa Poltekpar Bali, Desak Gede Camelia Bara Perthivi Wijaya juga berharap agar pariwisata Bali segera dibuka, karena jika tidak bergerak seperti hari ini, perlahan-lahan akan mati terutama bagi yang terlanjur kuliah di pariwisata, atau SMK yang berhubungan dengan pariwisata.

Selanjutnya GMNI Denpasar siap terus mengawal permasalahan ini dan memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintahan daerah Bali dalam bentuk kajian akademik yang telah melalui tahap uji dari akademisi dan praktisi.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved