Breaking News:

Vaksinasi

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Belum Termasuk Tarif Pelayanan dan Pajak

Dengan demikian tarif vaksinasi gotong royong dengan menggunakan vaksin Sinopharm ditambah biaya pelayananan sekali suntik Rp 439.570.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi vaksin Covid-19. Kementerian Kesehatan RI sudah menetapkan harga vaksin gotong royong Rp 321.660 per dosis. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan harga pembelian vaksin Covid-19 buatan Sinopharm untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong. Harga pembelian vaksin ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis.

Namun itu belum termasuk tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. Dengan demikian tarif vaksinasi gotong royong dengan menggunakan vaksin Sinopharm ditambah biaya pelayananan sekali suntik Rp 439.570.

Penetapan tarif ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01,07/Menkes/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukkan Bio Farma Dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Baca juga: Kemenkes Tetapkan Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660/Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerima

Baca juga: Harga Vaksin Gotong Royong Lengkap Dibawah Rp 1 Juta per Orang, Penyuntikan Dimulai pada 17 Mei 2021

Dalam beleid yang ditetapkan 11 Mei 2021 itu disebutkan, harga pembelian vaksin sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU huruf a merupakan harga tertinggi vaksin per dosis yang dibeli oleh badan hukum/badan usaha.

Harga itu sudah termasuk margin/keuntungan 20 persen dan biaya distribusi franco kabupaten/kota, namun tidak termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

Vaksin Sinopharm harus disuntikkan dua dosis. Dengan demikian, biaya total vaksinasi mandiri dengan vaksin ini Rp 879.140, belum termasuk pajak pertambahan Nilai. Jika ditambah PPN 10 persen, maka tarif untuk dua dosis adalah Rp 967.054.

”Tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU huruf b merupakan batas tertinggi atau tarif per dosis untuk pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat/swasta," demikian keterangan aturan tersebut. "Sudah termasuk margin/keuntungan 15 persen, dan namun tidak termasuk pajak penghasilan (PPh)."

Terkait harga itu, kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut gembira keputusan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang telah menetapkan harga vaksin Sinopharm untuk vaksinasi gotong royong.

Baca juga: Tersedia 20 Juta Dosis, Vaksin Gotong Royong Bakal Gunakan Sinopharm dari China dan Moderna dari AS

"Perusahaan yang berpartisipasi dalam vaksinasi gotong royong bisa menerima harga tersebut dan Kadin siap mendukung pelaksanaannya," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani dalam keterangannya, Minggu 16 Mei 2021.

Harga vaksin beserta pelayanannya yang ditetapkan Menkes ini tidak jauh berbeda dengan usulan dari para pengusaha.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved