Berita Bali
Ini Berbagai Hal yang Harus Dibenahi Pemerintah Untuk Kegiatan Wisata Medis di Bali
Fajar Manuaba mengatakan pendapatnya tentang wisata medis, wisata medis sebetulnya bukanlah suatu hal yang baru.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebelumnya Menko Maritim dan Investasi, Luhut Pandjaitan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno gencar melakukan kampanye terkait Pulau Dewata yang akan digagas untuk menjadi tujuan sentra wisata medis.
Dan rencananya untuk di Bali sendiri akan ada tiga rumah sakit yang menjadi tujuan wisata medis.
Salah satunya adalah RSUP Sanglah Denpasar, dan berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh RSUP Sanglah.
Namun ternyata tidak mudah untuk membuka sektor wisata medis di Indonesia khususnya di Bali.
Baca juga: Persiapan Wisata Medis di RSUP Sanglah Denpasar, Masih Lengkapi Beberapa Alat Medis
Hal tersebut disampaikan oleh Dr.dr.I.B.G Fajar Manuaba, SpOG, Mars yang selaku Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Wilayah Bali.
Menurutnya, wisata medis sebetulnya bukanlah suatu hal yang baru.
“Sebetulnya wisata medis bukan sesuatu yang baru. Beberapa rumah sakit bahkan sudah menjalankan sebelum Covid-19. Kemudian setelah Covid-19 terkendala dengan larangan bepergian ke luar negeri. Sehingga pasien asing hampir kosong,” ungkapnya, Senin 17 Mei 2021.
Lebih lanjutnya ia mengatakan, dan selama ini, yang berobat di Bali merupakan ekspatriat atau orang yang kebetulan ada di Bali.
Sementara yang diharapkan dari wisata medis adalah orang sakit tapi yang ingin melakukan pengobatan ke Indonesia khususnya ke Bali sambal berwisata.
”Jadi selama ini yang berobat itu ekspatriat yang kebetulan ada di Bali. Yang diharapkan wisata medis itu orang sakit tapi yang ingin melakukan pengobatan ke Indonesia khususnya di Bali, kemudian kenyataannya tidak demikian,” tambahnya.
Menurut dr. Fajar, selama ini banyak artis dan pejabat jika melakukan pengobatan selalu pergi ke luar negeri yakni seperti ke Singapura.
Dan menurutnya hal tersebut kurang tepat juga karena dapat memberikan contoh kepada masyarakat.
Selain itu, terdapat beberapa hal lagi yang harus dibenahi oleh pemerintah jika ingin membuka wisata medis di Indonesia.
Baca juga: Bagaimana Kesiapan Bali dengan Wisata Medis ?, Begini Kata Kadiskes Provinsi Bali
“Kita sendiri tahu, bahwa pejabat dan artis itu kan kalau berobat ke Singapura. Kan itu dapat menjadi kontra produktifnya. Di satu sisi kita kembangkan wisata medis tapi kalau berobat vulgar sekali di media seperti ke Singapura artinya kan memberikan contoh yang kurang tepat juga. Kalau ingin kita promo mari kita promo berbarengan. Itu masalah pertama kalau mau buat wisata medis promonya harus konsisten baik dari masyarakat, pemerintah dan termasuk artis juga,” terangnya. (*).
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-rumah-sakit-rs-1.jpg)