Berita Bangli

Sempat Buka Sepekan, SMPN 2 Kintamani Bangli Kembali Harus Ditutup Karena Ini

Pihak sekolah kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) lantaran terjadi peningkatan kasus virus corona di wilayah desa setempat

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Kabupaten Bangli I Wayan Gede Wirajaya 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Setelah sempat dibuka selama sepekan, SMPN 2 Kintamani kini kembali tutup.

Pihak sekolah kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) lantaran terjadi peningkatan kasus virus corona di wilayah desa setempat.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Kabupaten Bangli I Wayan Gede Wirajaya menjelaskan, sekolah yang berlokasi di Desa Belantih, Kintamani itu sudah sempat buka sejak tanggal 4 Mei dan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Namun per tanggal 17 Mei, sekolah tersebut kembali ditutup karena terjadi peningkatan kasus covid-19.

Baca juga: Tahap II Gerakan Serentak, Sejumlah Warga di Bangli Tak Mau Divaksin

“Penutupan ini atas saran dan rekomendasi dari puskesmas serta satgas desa adat setempat. Ada surat pemberitahuan (penutupan) ke dinas,” jelasnya Senin 17 Mei 2021.

Tidak ada batasan waktu tertentu SMPN 2 Kintamani untuk kembali membuka sekolah.

Sebab, kata Wirajaya, kebijakan kembali membuka sekolah merupakan otonomi sekolah.

Pun demikian, izin untuk mengikuti PTM siswa-siswi merupakan kebijakan masing-masing orang tua.

Dengan ditutupnya sekolah tersebut, Wirajaya mengatakan saat ini siswa-siswi SMPN 2 Kintamani kembali melakukan PJJ.

Pihaknya menjelaskan PJJ dibagi menjadi dua jenis. Bisa daring, bisa juga luring.

Sementara disinggung mengenai pelaksanaan penilaian akhir tahun yang rencananya digelar bulan Mei, mantan Kepala Sekolah SMPN 7 Kintamani itu mengatakan ada banyak pilihan yang tidak harus menggunakan metode tes.

Terlebih dalam masa darurat pandemi covid-19, aturan penilaian akhir tahun dibuat lebih fleksibel.

“Pelaksanaan ujian kenaikan kelas itu kembali ke masing-masing sekolah. Karena ujian kenaikan kelas tidak diwajibkan oleh aturan. Artinya penilaian akhir tahun bisa diambil melalui penugasan, portofolio, dan sebagainya. Sedangkan tes itu salah satu bentuk penilaian,” jelasnya.

Sebagian Besar Sekolah di Bangli Sudah Dibuka

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved