Breaking News:

Berita Klungkung

Status Kepegawaian SPS Tunggu Keputusan Rapat Tim BAPEK, Sudah 2 PNS di Klungkung Ditahan Kepolisian

Sepanjang tahun 2021 ini, sudah ada dua orang ASN di Klungkung harus mendekam di jeruji besi  karena terjerat kasus hukum

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Klungkung, I Komang Susana, Senin (17/5/2021). 

Jika diberhentikan sementara sebagai PNS, SPS masih bisa menerima penghasilan 50 persen.

Hal ini berlaku sampai kasus hukum incraht, atau adanya putusan hukum tetap di pengadilan.

Jika hukumannya berat, tidak menutup kemungkinan SPS juga akan diberhentikan tidak atas permintaan sendiri, atau dengan kata lain dipecat sebagai PNS.

" Jadi nanti kita tunggu rapat tim BAPEK dulu.

Tapi sesuai aturan, nanti arahnya kesana (pemberhentian sementara sebagai ASN)," tegas Susana.

Baca juga: Pemkab Klungkung Berharap MSP Unwar Bantu Kajian Akademis Pengembangan TOSS

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung I Wayan Suteja menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Sekda I Gede Putu Winastra terkait kasus yang menjerat SPS.

" Nanti ada tim BAPEK yang akan memutuskan bagaimana nantinya.

 Laporan ke BKSDM juga sudah saya lengkapi,"jelas Suteja. 

Diberitakan sebelumnya, SPS (59) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan kepolisian, karena diduga melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur, Rabu 12 Mei 2021 malam.

SPS dilaporkan melakukan tindak senonoh sebanyak 2 kali ke anak berusia 10 tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved