Berita Jembrana

Masa Larangan Mudik Rampung, Keluar Masuk Bali Ramai Pemudik

Arus balik pemudik mulai nampak di Pelabuan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa 18 Mei 2021.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Pemeriksaan kelengkapan oleh Petugas Kepolisian di Pos Waterbee. Kemudian juga kepadatan pengurusan tes Rapid di cekik sebagai syarat PPDN bisa keluar Bali, Selasa 18 Mei 2021 - Masa Larangan Mudik Rampung, Keluar Masuk Bali Ramai Pemudik 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Arus balik pemudik mulai nampak di Pelabuan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa 18 Mei 2021.

Begitu juga dengan orang yang akan keluar Bali.

Kepadatan ini dalam pengurusan persyaratan pengurusan tes GeNose di Cekik dan WaterBee, Pelabuhan Gilimanuk.

Pantauan Tribun Bali, kepadatan itu terjadi saat dalam pengurusan persyaratan keluar atau masuk Bali.

Baca juga: Tim Gabungan Lakukan Penyekatan Arus Balik di Pos Umanyar Denpasar, Apkriyadi 3 Kali Diperiksa

Di mana setiap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), baik yang akan keluar dan masuk wajib menyertakan surat rapid test negatif.

Baik melalui rapid test antigen ataupun tes GeNose.

Kepadatan ini nampak dengan antrean di Cekik, dan juga tempat tes di Waterbee.

Untuk di Cekik dipadati oleh pemotor begitu juga dengan di Waterbee.

Untuk penjagaan juga sesuai dengan arahan Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, bahwa akan ada kegiatan rutin yang ditingkatkan mulai hari ini hingga Senin 24 Mei 2021 mendatang.

Sehingga setiap PPDN akan diperiksa mulai kelengkapan tujuan hingga kelengkapan surat kendaraan hingga kelengkapan surat tes rapid.

Sebagian besar para PPDN yang masuk dan keluar mengurus surat tes di tempat yang telah disediakan.

Sebelumnya, Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa menyatakan, untuk arus balik dari Jawa ke Bali, melakukan beberapa rekayasa lalulintas.

Pihaknya juga melakukan KRYD kegiatan rutin yang ditingkatkan di mana akan ada pengetatan terhadap syarat masuk ke Bali.

Baca juga: Atensi Arus Balik, Pemkot Denpasar Akan Lakukan Pengetatan Pintu Masuk

Sehingga pendirian emapt pos menjadi pilihan untuk mencegah terjadi penumpukan.

Di mana bisa jadi penumpukan menjadi klaster baru penularan virus Covid-19.

“Kami akan dirikan empat pos untuk penanggulangan arus balik. Dan ada KRYD kegiatan rutin yang ditingkatkan. Mulai besok hingga 24 Mei,” ucapnya, Senin 17 Mei 2021 kemarin. (*).

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved