Breaking News:

Berita Tabanan

Waspada Cuaca Buruk Mei – Juli 2021, Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Ini Kata Ketut Arsana

Peralihan musim dari hujan ke kemarau harus diwaspadai masyarakat, terutama para nelayan pesisir pantai di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa belum lama ini. Ia mengingatkan masyarakat dan utamanya nelayan di pesisir pantai di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan agar waspada peralihan musim dari hujan ke kemarau. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Peralihan musim dari hujan ke kemarau harus diwaspadai masyarakat, terutama para nelayan pesisir pantai di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.

Para nelayan di Tabanan sebaiknya "istirahat" sementara.

Sebab, pada musim peralihan ini akan menimbulkan gelombang tinggi dan angin yang kencang.

Cuaca ini diperkirakan terjadi Mei hingga akhir Juli 2021.

Kegiatan yang bisa dilakukan saat ini adalah hanya menangkap lobster pada pagi hari.

Meskipun begitu, nelayan harus tetap waspada karena potensi kehilangan alat tangkap sangat tinggi di tengah laut.

Mengingat, kejadian nelayan terjebak dan kecelakaan di tengah sudah beberapa kali terjadi di pantai selatan Tabanan.

"Sekarang kita harus sangat waspada. BMKG dan kita juga sudah sampaikan imbauan kepada seluruh nelayan untuk mewaspadai cuaca saat ini. Apalagi saat ini kerap terjadi kecepatan angin hingga di atas 14 knot dan tidak baik untuk melaut," ungkap Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, Minggu 23 Mei 2021.

Baca juga: 3 Malam Terombang-ambing di Tengah Laut, ABK KM Bandar Nelayan Mengaku Pasrah 

Nelayan sulit melaut di tengah peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

"Secara Bali kita sudah turun temurun mengalaminya. Ini terjadi pada sasih jiyestha, sadha, kasa. Waktu tiga bulan atau mulai bulan Mei hinga akhir Juli mendatang itu kita sudah sangat susah untuk melaut di tengah peralihan musim dari hujan ke kemarau. Secara satelit, terjadi embusan angin balik yang semula dari barat dan sekarang dari timur. Ini semua membuat cuaca buruk buat nelayan laut selatan karena akan terjadi gelombang cukup tinggi dan angin yang kencang," imbuh pria yang juga sebagai Anggota DPRD Tabanan ini.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved