Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Cerita Murad, Penjual Es Teh Mocca Keliling di Denpasar, Omzet Berkurang Setengahnya Saat pandemi

Salah satunya adalah Murad, seorang pedagang es teh keliling langganan anak sekolahan dari generasi ke generasi.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Murad penjual es teh mocca keliling dari generasi ke generasi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Mungkin saat ini keberadaan penjual es teh keliling hampir sulit dijumpai, khususnya di daerah perkotaan seperti Denpasar.

Namun siapa sangka, di era modern sekarang ini masih ada penjual es keliling yang bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah Murad, seorang pedagang es teh keliling langganan anak sekolahan dari generasi ke generasi.

Telah berjualan es teh sejak tahun 1983 hingga saat ini, tempat berjualannya persis berada di seberang SMA Negeri 1 Denpasar.

Baca juga: Kisah di Balik Mie Ayam Jakarta ‘Porsi Kuli’ di Jalan Drupadi Denpasar, Dirintis Sejak 1997

Tak jarang terkadang ia juga berjualan ke Gor Ngurah Rai.

Dengan rombongnya yang bercat warna biru, Murad memang hanya menjajakan es teh varian mocca selama berjualan.

Biasanya Langganannya mendatangi rombongnya setiap hari mulai pukul 10.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita.

Tidak ada hari libur baginya, karena menurutnya libur sehari saja, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini, itu merasa penghasilannya akan berkurang terlebih ia harus menghidupi keluarganya.

“Saya jualannya keliling, dari GOR Ngurah Rai dan ke sekolah-sekolah. Tapi semenjak pandemi Covid-19 jadi menetap di sini (seberang SMA Negeri 1 Denpasar).

Saya jualan setiap hari, tunggakan dan cicilan banyak. Karena pandemi itu juga tertunda,” ungkapnya pada, Selasa 25 Mei 2021.

Es teh yang ia jual pun harganya sangat terjangkau.

Para pembeli hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 3 ribu saja untuk segelas es teh mocca.

Rasanya segar, manis, dan sedikit pekat dari cita rasa mocca.

Sementara untuk sari tehnya, dia peroleh dari pedagang langganannya.

Baca juga: Cerita Tukang Tato Temporer di Pantai Kuta Bali, Pendapatan Turun Drastis Selama Pandemi Covid-19

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved