Berita Karangasem
Program Transmigrasi Pemkab Karangasem Sepi Peminat, Hingga Kini Nihil Pendaftar
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Karangasem, Nyoman Suradnya, mengungkapkan, Disnakertrans Karangasem mensosialisasikan
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Program pembangunan kawasaan transmigrasi di Karangasem sepi peminat.
Dari dibukanya program transmigrasi hingga sekarang, belum ada warga asal Karangasem yang mendaftarkan diri.
Padahal program dari Kementerian sudah disosialisasikan ke desa-desa di Karangasem.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Karangasem, Nyoman Suradnya, mengungkapkan, Disnakertrans Karangasem mensosialisasikan program tersebut sejak April 2021.
Baca juga: Keenam Kalinya, Pemkab Karangasem Berhasil Pertahankan Opini WTP dari BPK
Sayangnya hingga Selasa 25 Mei 2021, belum ada keluarga yang mendaftarkan diri ke Kantor Disnakertrans.
"Untuk tahun ini (2021) Provinsi Bali mendapatkan kuota Calon Transmigrasi dari pusat 10 KK. Rencananya ditempatkan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Sayang sampai hari ini belum ada keluarga yang mendaftar,"jelas Suradnya, Selasa 25 Mei 2021.
Program transmigrasi tahun 2021 menindaklanjuti dari Keputusan Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunaan Permukiman Transmigrasi Nomor 27 Tahun 2021 tentang Perubahan Keputusan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi.
Mantan Sekretaris Disnakertrans Karangasem mengungkapkan, sepinya peminat program transmigrasi kemungkinan disebabkan oleh pandemi COVID-19 dari tahun 2019 lalu.
Sehingga masyarakat lebih memilih untuk tinggal di kampung halamannya daripada transmigrasi ke daerah yang lain
"Atau mungkin warga Karangasem sudah mampu, sehingga belum memiliki keinginan untuk ikuti program transmigrasi,"prediksi pejabat asal Jasri.
Untuk program transmigrasi 2021 menggunakan pola pertanian tanaman kering.
Pihaknya berharap ada masyarakat yang mengikuti program ini.
"Dulu tahun 2018, saat erupsi Gunung Agung, banyak warga yang mendaftarkan diri program transmigrasi. Terutama warga yang berada sekitar lereng Gunung Agung.
Baca juga: Terlibat Peredaran Narkoba, Pria Asal Desa Pempatan Karangasem Dibekuk di Wilayah Bangli
Setelah kondisi Gunung normal warga kembali mengurungkan niat untuk bertransmigrasi,"jelas Nyoman Suradnya.
Sebelumnya, Nyoman Suradnya mengungkapkan,warga yang ikut program transmigrasi akan dapat tanah dari pemerintah pusat.
Yakni tanah pekarangan untuk tempat tinggal, serta lahan kosong untuk pertanian agar digarap.
Tanah tersebut bisa disertifikatkan setelah tinggal 5 tahun.
Peserta program transmigrasi juga mendapatkan jaminan hidup selama satu tahun.
Per KK (Kepala Keluarga) diberikan beras per bulan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Seperti minyak, jagung, dan bahan yang merasa dibutuhkan.
Sedangkan untuk sarana serta prasarana cocok tanam difasilitasi pusat.(*)
Artikel lainnya di Berita Karangasem