Berita Badung
Wilayah Badung Selatan Jadi Atensi Khusus Vaksinasi Rabies
"Jadi apabila tidak ditangani dengan baik bisa mengancam keselamatan masyarakat dan berdampak kurang baik bagi citra pariwisata Bali
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung menggencarkan vaksinasi Hewan Penyebar Rabies (HPR) di wilayahnya.
Bahkan wilayah yang menjadi atensi khusus vaksinasi HPR yakni di Badung Selatan.
Hal itu dilakukan lantaran wilayah tersebut merupakan wilayah yang rawan terjadi kasus positif rabies.
Mengingat wilayah tersebut merupakan wilayah pariwisata dengan banyak mobilitas penduduk.
Baca juga: Vaksinasi di Badung Bergerak ke Mengwi, Wabup Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Untuk Kesehatan
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana mengatakan meskipun tengah disibukkan dengan kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat, namun dirinya mengaku tidak ingin kecolongan dengan penyebaran penyakit rabies itu.
"Jadi apabila tidak ditangani dengan baik bisa mengancam keselamatan masyarakat dan berdampak kurang baik bagi citra pariwisata Bali.
Apalagi pemerintah pusat sudah mencanangkan persiapan membuka pariwisata di Bali," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu 26 Mei 2021.
Diakui, potensi ancaman penyebaran penyakit rabies masih ada karena sebagai daerah pariwisata lalu lintas orang, barang dan hewan di Badung cukup tinggi.
Oleh karena itu pihaknya telah menerjunkan tim vaksinasi di seluruh kecamatan untuk mencegah masuknya virus rabies yang dibawa anjing liar maupun binatang peliharaan yang belum divaksin.
"Jadi semua kecamatan kita kerahkan untuk melakukan vaksinasi HPR ini. Karena kita tidak mau ada kasus positif rabies," ungkapnya.
Pihaknya mengaku memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Kecamatan Kuta Selatan.
Hal itu lantaran wilayah tersebut merupakan daerah tujuan wisata dengan jumlah penduduk pendatang yang tinggi.
"Di daerah ini juga sering muncul kasus gigitan positif yang disebabkan oleh anjing liar," akunya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan untuk mengantisipasi dan tetap melakukan pemantauan terhadap HPR, Dinas Pertanian dan Pangan juga sudah bekerjasama dengan LSM Penyayang Binatang.
Baca juga: Beraksi Bawa Senjata Tajam, Jambret yang Sasar WNA di Kuta Utara Badung Berhasil Dibekuk
Termasuk juga untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing-anjing liar yang sering dikeluhkan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-dinas-pertanian-dan-pangan-kabupaten-badung-saat-melakukan-vaksinasi-terhadap.jpg)