Breaking News:

Berita Gianyar

Ini Tanggapan Kadis DLH Gianyar Soal Keluhan Perbedaan Pendapatan Petugas di TPA Temesi

Sistem penggajian pekerja di DLH Gianyar, termasuk TPA Temesi, dihitung berdasarkan kontrak yang disepakati, yaitu sesuai jam kerja efektif,"

Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Pekerja memindahkan sampah di TPA Temesi - Ini Tanggapan Kadis DLH Gianyar Soal Keluhan Pendapatan Petugas di TPA Temesi 

"Untuk penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) serta penyediaan sarana penunjang masker dan pakaian kerja , telah disiapkan di Kantor UPT TPA Temesi. Terima kasih," tandasnya. 

Pertanyakan Perbedaan Upah

Seperti diberitakan, para pekerja di TPA Temesi milik Pemkab Gianyar, yang berada di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar mengeluhkan gaji yang lebih kecil dari sopir truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar.

Padahal, mereka yang juga berada dalam naungan DLH Gianyar, memiliki risiko kerja lebih tinggi dari sopir truk.

Terlebih lagi, fasilitas keselamatan dalam bekerja tidak disediakan oleh DLH. Baik masker dan slop tangan.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Kamis 27 Mei 2021, sejak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar dijabat Ni Made Mirnawati, sistem gaji pegawai lapangan ini diubah, dari sistem harian menjadi jam, dengan mengabaikan risiko kerja.

Baca juga: Pemkab Gianyar Batalkan Rekrutmen CPNS dan P3K 2021, Terkendala pada Pembayaran Tunjangan Pegawai

Untuk satu jam, mereka dibayar Rp 12 ribu.

Namun dalam penghitungan jam kerja ini, jam kerja sopir truk ini lebih tinggi dari pekerja di TPA.

Di antaranya,  sopir truk sampah dihitung kerja tujuh setengah jam atau mendapat upah Rp 90 ribu per hari.

Sementara operator alat berat TPA Temesi dihitung tujuh jam atau upah Rp 84 ribu per hari.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved