Corona di Bali
Kasus Kematian akibat Covid-19 di Bangli Bertambah Tiga Orang
Kasus kematian dengan positif covd-19 di Bangli kembali bertambah. Berdasarkan data terbaru, diketahui tiga orang pasien meninggal dengan diagnosis
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kasus kematian dengan positif covd-19 di Bangli kembali bertambah. Berdasarkan data terbaru, diketahui tiga orang pasien meninggal dengan diagnosis positif covid-19.
Ketiganya meninggal dunia pada hari Selasa 25 Mei 2021 dalam perawatan di rumah sakit. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, satu warga yang meninggal berasal dari Banjar Jelekungkang, Desa Tamanbali.
Sementara dua warga lainnya, berasal dari Banjar Tanggahan Tengah, Desa Demulih, Susut.
“Semua jenazah dimakamkan di setra atau kuburan setempat dengan prokes. Pemakaman dilakukan oleh tim penanganan jenazah Covid-19 Pemda Bangli dari BPBD,” ujarnya Rabu 26 Mei 2021.
Baca juga: Jumlah Kuramba Jaring Apung di Danau Batur Bertambah Sejak Pandemi Covid-19, Kadis PKP Bangli Dilema
Dari penambahan kasus kematian itu, Dirgayusa mengatakan total secara akumulasi jumlah kematian dengan positif covid-19 di Bangli sebanyak 113 orang.
Selain penambahan angka kematian, mantan Camat Kintamani itu juga mengungkapkan adanya penambahan 10 kasus pada hari Rabu 26 Mei 2021.
“Dengan demikian, total kasus covid-19 di Bangli tercatat sebanyak 2467 kasus. Di mana 45 diantaranya masih dalam perawatan, dan 2303 telah dinyatakan sembuh,” tandasnya.
Baca juga: Bangli Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-turut
476 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Reaktif Covid-19
Sebanyak 400 lebih pemudik yang kembali ke Jakarta terkonfirmasi reaktif Covid-19. Para pemudik tersebut tersaring dalam operasi pemeriksaan swab yang tersebar di perbatasan wilayah Jakarta.
"Langkah-langkah penyekatan dan monitoring surveilance berbasis komunitas itu ada 476 sampai tadi pagi ya yang reaktif,"kata Kapolda Metro Jaya, Mayjen Pol Fadil Imran di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 24 Mei 2021.
Adapun 75 pemudik yang reaktif Covid-19, lanjut Fadil, tengah menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.
"Sisanya adalah isolasi di Pemda masing-masing," paparnya.
Fadil sebelumnya pernah menegaskan, bagi siapa pun yang hendak ke Jakarta seusai lebaran, harus membawa surat keterangan bebas Covid-19.
Jika tidak bisa menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19, petugas akan memaksa untuk melakukan isolasi mandiri dan dilakukan swab antigen gratis.
Baca juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 di India Terinfeksi Jamur Hitam, Putih Dan Kuning, Ini Gejalanya
Mantan Kapolda Jawa Timur ini memastikan kalau seluruh warga luar daerah yang hendak kembali ke Jakarta tak akan lolos dari pemeriksaan di pos penyekatan dan checkpoint yang ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-penanganan-jenazah-saat-menguburkan-pasien-covid-19-asal-desa-tanggahan-tengah.jpg)