Breaking News:

Berita Tabanan

Pembangunan Shortcut IV Tabanan Dimulai Tahun Ini, Dua Warga yang Terkena Dampak Hingga Pindah Rumah

Terbaru pihak pemerintah melalui Satker BPJN Wilayah VIII telah menetapkan titik lokasi dan sudah mulai menyiapkan lahan yang akan dibangun

ANTARA/Fikri Yusuf
ilustrasi pembangunan shortcut - Pembangunan Shortcut IV Tabanan Dimulai Tahun Ini, Dua Warga Terkena Dampak Hingga Pindah Rumah 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Proses pembangunan shortcut ke IV di Tabanan yang akan menghubungkan nantara Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg dengan Desa Antosari, Selemadeg Barat terus berlanjut.

Terbaru pihak pemerintah melalui Satker BPJN Wilayah VIII telah menetapkan titik lokasi dan sudah mulai menyiapkan lahan yang akan dibangun.

Untuk proses pembebasan lahan sudah diselesaikan pada akhir 2019 lalu.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Tabanan, I Wayan Yelada menjelaskan hingga saat ini masih belum ada pembahasan lanjutan terkait pembangunan shortcut IV di Tabanan yang menghubungkan Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat dan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg.

Baca juga: Pemilih Baru Bertambah 2.466 Orang Hingga Akhir Mei, KPU Tabanan Gencar Lakukan Pemutakhiran Data

Hanya saja, informasi terakhir, proses pembebasan lahan sudah dilakukan secara clear sejak akhir tahun 2019 lalu.

“Sampai saat ini kita belum ada pembahasan lanjutan. Terakhir hanya soal pembebasan yang sudah selesai dan siap dibangun. Silahkan bisa dikonfirmasi ke pemerintah Provinsi Bali,” kata Yelada saat dikonfirmasi, Kamis 27 Mei 2021.

Disinggung mengenai rencana pembangunan jalan pintas tersebut, Yelada menyatakan awalnya pembangunan memang direncanakan pada tahun 2020 lalu.

Namun karena kendala keuangan, anggaran kemudian diajukan kembali pada perubahan.

 Hanya saja ia tak mengetahui betul kelanjutannya.

“Yang jelas pembebasan lahan sudah selesai. Mereka (masyarakat) yang terkena dampak sudah mendapat ganti rugi dari pemerintah. Informasi terakhir hanya itu saja,” tandasnya.

Dua Warga Pindah Rumah

Perbekel Desa Antosari, I Wayan Widhiarta mengatakan, shortcut sudah mulai dikerjakan.

Sejumlah alat berat dan proses perabasan yang merupakan tanah kebun sudah dilakukan. Sementara itu untuk pembebasan lahan sudah clear dilakukan.

“Untuk pembebasan lahan sudah selesai dilakukan. Dan sekrang proses shortcut sudah mulai dikerjakan termasuk perabasan sudah selesai dan alat berat sudah mulai di sana (lokasi pembangunan shortcut),” jelasnya.

Disinggung mengenai warga yang terdampak, dia menerangkan bahwa ada dua orang warga yang terdampak dari pembangunan jalan pintas tersebut.

Baca juga: Rapat dengan BKPSDM, Komisi I DPRD Tabanan Pastikan Semua Kuota PPPK 2021 Formasi Guru Bisa Terisi

Dua orang warga tersebut sudah pindah rumah sejak proses pembebasan lahan selesai dilakukan.

Mereka telah pindah rumah sejak enam bulan yang lalu.

Satu orang warga saat ini sudah tinggal di selatan Kantor Perbekel Antosari dan satu orangnya lagi tinggal di belakang Kantor Perbekel.

“Ada dua warga yang terdampak dan sekarang sudah pindah rumah. Total di Antosari ada sekitar 18 are yang digunakan untuk shortcut, ada dua rumah warga dan sisanya lahan tegalan atau kebun,” ungkapnya.

Sementara itu Perbekel Desa Bajera, I Putu Sukarata menyatakan pembebasan lahan di Desa Bajera tak sampai terdampak terhadap masyarakat.

Artinya tak sampai mengenai rumah warga kemudian pindah.

Kemudian proses ritual Ngeruwak sebagai tanda dimulainya proyek sudah dilakukan pada 27 April 2021 lalu.

“Di Bajera aman kok. Yang digunakan hanya tegalan saja, kalau di Antosari ada rumah yang terdampak mungkin sudah pindah,” katanya.

Kemudian, kata dia, proses pembebasan lahan juga tidak ada masalah alias clear.

Semua warga justru mendapat “ganti untung” atau istilah ganti rugi yang lebih dikenal.

Baca juga: Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49, TP PKK Tabanan Gelar Beragam Lomba Penyuluhan

Sebab, selain lahan yang dibayar sesuai harga appraisal, juga termasuk tanaman yang didalamnya seperti pepohonan.

“Semua yang terdampak sudah dapat ganti untung kok. Proses pembebasan lahan sudah selesai, bahkan tak hanya lahan yang dapat ganti rugi, semua yang terdapat dalam tegalan tersebut juga sudah diganti dari uang negara,” tandasnya.

Seperti diketahui, pembangunanan jembatan shortcut (jalan pintas) ke IV yang akan menghubungkan antara Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg dengan Desa Antosari, Selemadeg Barat sudah mulai memasuki babak baru setelah sempat diwacanakan sejak 2016 lalu.

Tahun 2018, dimulai dengan proses pembebasan lahan.

 Jembatan ini akan memiliki panjang 600 meter dengan lebar sekitar 16 meter ini dan direncanakan muali berjalan tahun 2019 lalu. Karena kendala keuangan akhirnya akan dilakukan tahun 2021 ini.

Dan untuk lahan masyarakat yang terdampak akibat pembangunan Shortcut ini sebanyak 12 orang di dua desa yakni Desa Bajera dan Desa Antosari.

 Terdiri dari lahan perkebunan, rumah warga dan merajan serta lahan kosong.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved