Breaking News:

Hari Raya Waisak

Sembahyang Hari Raya Waisak di Wihara Giri Manggala Buleleng, Umat Kenakan Pakaian Adat Bali

umat Budha mayoritas dari sekte Terawadha melakukan persembahyangan dengan mengenakan pakaian adat Bali. 

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Umat Budha saat melakukan persembahyangan di Wihara Giri Manggala dengan mengenakan pakaian adat Bali, Rabu (26/5) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2565 di Wihara Giri Manggala, Desa Alasangker, Kecamatan/Kabupaten Buleleng pada Rabu 26 Mei 2021 terbilang cukup unik.

Pasalnya, perayaannya mirip dengan umat Hindu.

Dimana,  umat Budha mayoritas dari sekte Terawadha melakukan persembahyangan dengan mengenakan pakaian adat Bali. 

Selain berpakaian adat madya, umat Budha yang sembahyang di wihara ini juga menghaturkan canang dan buah.

Terdengar pula iringan gong yang diputar lewat Mp3.

Khema Suri Febriyanti Rindu Rayakan Waisak Bersama Keluarga di Vihara, Khema: Kurang Meriah

Peringatan Waisak, Bupati Banyuwangi Promosikan Batik Bermotif Filosofi Ajaran Buddha

Wakil Ketua Dayaka Wihara Giri Manggala, Kadek Budiasa mengatakan, penggunaan busana Bali ini merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya Bali. 

Hal ini sudah dilakukan oleh pihaknya sejak 1975.

"Sembahyang dengan menggunakan pakaian adat Bali ini sudah dari dulu kami lakukan. Ini merupakan bentuk penghormatan kami terhadap budaya Bali, karena kami berada di lingkungan Bali. Jadi sikap toleransi kami sangat tinggi," ucapnya. 

Imbuh Budiasa, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi, perayaan Waisak tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Para pengurus memutuskan untuk tidak mementaskan tari Bali yang diiringi dengan gong, agar tidak terjadi kerumunan. 

Umat yang datang untuk melakukan persembahyangan dibatasi dari pukul 10.00 wita hingga 17.00 wita.

Umat juga diwajibkan menggunakan masker serta mencuci tangan.

"Yang datang kami batasi. Jadi sebagian kami imbau sembahyang dari rumah masing-masing saja. Sementara pada malam hari, hanya pengurus saja yang melakukan peribadatan," tutupnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved