Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Setahun Pandemi, Penjualan Rumah Subsidi Naik 20 Persen

Ketua DPD REI Bali, I Gede Suardita menyampaikan bahwa setahun pandemi Covid-19, DPD REI Bali mencatat adanya peningkatan penjualan rumah subsidi

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Rumah subsidi yang ada di Tabanan, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua DPD REI Bali, I Gede Suardita menyampaikan bahwa setahun pandemi Covid-19, DPD REI Bali mencatat adanya peningkatan penjualan rumah subsidi atau FLPP sekitar 20 persen.

 I Gede Suardita menilai bahwa peningkatan tersebut diperkirakan karena masyarakat mulai beradaptasi dengan new normal dan bangkitnya sektor-sektor perekonomian di luar pariwisata.

"Untuk wilayah penjualan rumah subsidi ada di lima kabupaten di Bali. Yakni Negara, Buleleng, Tabanan, Karangasem dan Klungkung.  Dan penjualan tertinggi didominasi di daerah Tabanan dan Buleleng," kata  I Gede Suardita. 

Menurutnya, hal tersebut karena daerah Tabanan merupakan wilayah penyangga Sarbagita.

Baca juga: Nelayan Pebuahan Jembrana Kebingungan Tak Bisa Beli Solar Subsidi

Sedangkan, daerah Buleleng merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Bali. 

Ia menuturkan selain murah, rumah subsidi juga memiliki beberapa fasilitas kemudahan seperti uang muka hanya 1 persen, bunga 5 persen, subsidi untuk uang muka dari pemerintah sebanyak Rp4 juta. 

 I Gede Suardita menuturkan bahwa pada tahun 2020 target awal FLPP sekitar 3 ribu unit. 

Namun, karena pandemi Covid-19, target tersebut hanya dapat terealisasi, yakni sekitar 1.500an.

Baca juga: 4 Bantuan yang Masih Cair di April 2021, Subsidi Listrik, BLT UMKM, Kartu Prakerja, & BST Rp 300.000

Oleh karena itu, tahun 2021 target menjadi lebih tinggi, yaitu sekitar 5 ribu unit yang merupakan gabungan dari kekurangan target sebelumnya dan target pokok per tahun.

"Harga rumah subsidi di Bali tahun 2021 masih sama dengan harga tahun 2021, yakni sebesar Rp168 juta. Umumnya, harga rumah subsidi naik sekitar 8 persen setiap tahun tapi karena pandemi untuk tahun 2021 tidak ada kenaikan harga," katanya ketika dihubungi Tribun Bali pada Rabu 26 Mei 2021. 

Terkait peningkatan penjualan juga terjadi pada perumahan kelas menengah dan atas atau rumah komersil. 

Baca juga: Kolaborasi dengan PLN, KPR BTN Rumah Subsidi Dapat Fasilitas Kompor Induksi

Namun, menurutnya  persentasenya tidak setinggi penjualan rumah subsidi. 

Dirinya juga menjelaskan saat ini developer juga membuat rumah subsidi semakin diseleksi oleh PUPera melalui aplikasi Sikumbang dan SiKasep.

Di mana hanya developer berizin dan tergabung asosiasi, baik izin developer maupun izin proyek yang bisa membuat rumah subsidi. (*) 

Berita lainnya di Berita Ekonomi

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved