Berita Bali
Setelah Vaksinasi Covid-19, Jumlah Pasien Covid-19 Alami Penurunan di RSUP Sanglah
Jumlah pasien Covid-19 saat ini alami tren penurunan di RSUP Sanglah Denpasar.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jumlah pasien Covid-19 saat ini alami tren penurunan di RSUP Sanglah Denpasar.
Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh, Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar, dr. Wayan Sudana pada, Jumat 28 Mei 2021.
"Untuk jumlah pasien-pasien Covid-19 di RSUP Sanglah jumlahnya cenderung menurun. Sebelumnya kita memiliki tempat tidur yang berjumlah 202 untuk pasien Covid-19 dan dikarenakan jumlahnya sudah mulai turun sehingga jumlah bed nya kita kurangi," paparnya.
Sementara di sisi lain pasien-pasien yang non Covid-19 jumlahnya cukup meningkat.
• Stok Plasma Konvalesen Golongan Darah AB di RSUP Sanglah Kosong, Begini Syarat & Caranya Mendonor
• Launching Implementasi QRIS dan Virtual Account, Hadir 24 Titik di RSUP Sanglah
Jadi untuk memenuhi kebutuhan pasien-pasien non Covid-19 tersebut, pihaknya mengurangi jumlah bed.
"Sampai saat ini kita punya 164 tempat tidur, dari 164 terus menurun tingkat huniannya. Perhari ini saja pada hari ini Tanggal 28 Mei, yang kita punya 164 tempat tidur BOR nya hanya terisi 9,7 persen. Jadi kecil sekali, cuma terisi 16 orang dari 164 tempat tidur. Itu dibagi dengan tempat tidur yang ICU dan Non ICU. Yang di ICU ada 13 orang, dan 13 orang ini tempat tidurnya kita punya 78 persentase nya 16,7 persen. Jadi sangat rendah," tambahnya.
Sedangkan sisanya pada 3 pasien Covid-19 non ICU dari 86 tempat tidur menghasilkan persentase sejumlah 3,5 persen.
Penurunan jumlah kasus ini, diakui dr. Sudana sejak RSUP Sanglah Melangsungkan kegiatan vaksinasi Covid-19.
"Cuman kita sudah diingatkan oleh Mentri agar waspada karena kemarin ada libur panjang, biasanya dua minggu setelah libur panjang kasus naik. Dan walaupun hari ini bornya 9,7 persen kita tetap mempersiapkan ketika terjadi lonjakan kita siap mengonversikan tempat tidur yang tadi untuk jadi ruang isolasi Covid-19. Dan semoga ini tidak terpakai, karena harapannya agar kasusnya dapat turun dan hilang," tutupnya. (*)