Pelaku Pariwisata Berharap Pembukaan Pariwisata Bali di Bulan Juli Bukan Sekadar PHP

Pasalnya sejak beberapa waktu lalu wacana pembukaan pariwisata Bali beberapa kali digulirkan, akan tetapi terus ditunda.

Tribun Bali/Harun Ar Rasyid
Bermain Bola dan Foto-foto pada Sore Hari di Pantai Jimbaran Sabtu 22 Mei 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana pembukaan pariwisata Bali di bulan Juli menjadi angin segar bagi insan pariwisata di Bali. 

Terutama bagi mereka yang selama pandemi Covid-19 ini terdampak. 

Namun demikian, rencana pembukaan pariwisata tersebut diharapkan bukan harapan palsu. 

Hal ini diungkapkan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar.

Ia juga berharap pembukaan pariwisata Bali pada bulan Juli 2021 mendatang bukanlah Pemberi Harapan Palsu ( PHP).

Pasalnya sejak beberapa waktu lalu wacana pembukaan pariwisata Bali beberapa kali digulirkan, akan tetapi terus ditunda.

“Kami berharap rencana pembukaan pariwisata Bali oleh pusat bukan PHP lagi, apalagi Pak Wakil Gubernur Bali yang juga ketua PHRI terus memperjuangkan pembukaan pariwisata Bali ini,” kata Kepala Disparda Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani yang dihubungi Selasa, 1 Juni 2021.

Pihaknya mengaku sudah setengah mati menyiapkan rencana pembukaan pariwisata untuk di Denpasar.

“Kami sangat berharap sekali, jangan sampai batal lagi. Kami sudah setengah mati mempersiapkan ini,” kata Dezire.

Dalam waktu dekat pihaknya mengaku akan melakukan sales mission atau promosi ke beberapa negara via online.

Tujuannya, meskipun wisatawan tersebut belum bisa ke Bali, setidaknya mereka tidak melupakan Bali.

“Rencananya kami akan melaksanakan sales mission ke beberapa negara, agar mereka mengingat Bali. Jelang pembukaan kami promosi saja dulu,” katanya.

Jika nantinya sudah ada kejelasan terkait pembukaan pariwisata ini, barulah pemilik usaha pariwisata melakukan persiapan.

“Nunggu kepastian dulu, mungkin sampai akhir Juli. Agar jangan sampai mereka sudah siap-siap, ternyata batal, kan rugi mereka karena biaya operasional untuk persiapannya juga lumayan,” imbuhnya.

Selama ini, pihaknya juga terus menerima pertanyaan dari pelaku pariwisata terkait kejelasan pembukaan pariwisata ini.

Akan tetapi, pihaknya tak bisa memberikan kepastian karena hal itu ditentukan oleh pusat.

“Pertanyaan selalu ada, mereka nanya kapan buka pariwisatanya, jadi bulan Juli. Kami hanya bilang bahwa ini kewenangan pusat,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved