Serba Serbi

Konsep Catur Purusha Artha dalam Hindu, Artha dan Kama Harus Berdasarkan Dharma untuk Capai Moksa

Kalau sudah mempunyai tujuan, itu akan mengarah jalan pikirannya, langkahnya, tindakannya, untuk mencapai apa yang dituju.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Jero Mangku Ketut Maliarsa 

Keempat bagiannya tidak bisa diimplementasikan parsial atau sebagian namun harus satu kesatuan.

Semuanya mulai dari Dharma, kemudian menuju ke Artha, lalu Kama dan terakhir Moksa.

Moksa sendiri adalah cita-cita semua makhluk hidup, khususnya yang beragama Hindu.

“Keempat tujuan ini implementasinya harus secara holistik, satu kesatuan,” imbuhnya.

Dharma adalah ajaran kebenaran, yang tidak dapat ditawar oleh umat.

Sebab Dharma membimbing umat manusia, ke jalan kebenaran serta mempunyai etika, moral, sopan-santun, dan sebagainya.

“Dharma ini harus dijadikan landasan yang kuat, dalam mengarungi kehidupan. Sehingga semua hal harus berdasarkan Dharma,” tegas pemangku Pura Campuhan Windhu Segara ini.

Tujuannya mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik dunia nyata maupun di akhirat.

Ajaran kebenaran atau Dharma ini yang melandasi kehidupan umat Hindu.

Dharma juga harus dijadikan landasan dalam mencapai Artha dan Kama.

Jika Artha berarti tujuan dan maksud. Sedangkan Kama adalah keinginan untuk memperoleh kenikmatan.

 Jika semuanya berlandaskan Dharma, maka tidak menutup kemungkinan tujuan akhir yaitu Moksa bisa tercapai. (*)

Artikel lainnya di Serba Serbi

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved