Serba Serbi
Konsep Catur Purusha Artha dalam Hindu, Artha dan Kama Harus Berdasarkan Dharma untuk Capai Moksa
Kalau sudah mempunyai tujuan, itu akan mengarah jalan pikirannya, langkahnya, tindakannya, untuk mencapai apa yang dituju.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Catur Purusa Artha, satu diantara ajaran dalam Hindu Bali menjadi pegangan umat Hindu sampai saat ini.
Catur berarti empat, dan Purusa berarti Hidup, sedangkan Artha berarti tujuan.
Sehingga dapat disimpulkan Catur Purusa Artha adalah 4 tujuan hidup manusia.
Dalam hal ini umat Hindu di Bali mengenal empat tujuan hidup itu adalah, Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.
Baca juga: Mutih, Berikut Makna Puasa dalam Agama Hindu
“Manusia hidup pasti tidak bisa lepas dengan adanya tujuan yang ingin dicapai,” jelas Jero Mangku Ketut Maliarsa, kepada Tribun Bali, Kamis 3 Juni 2021 di Denpasar.
Kalau sudah mempunyai tujuan, itu akan mengarah jalan pikirannya, langkahnya, tindakannya, untuk mencapai apa yang dituju.
Dari sisi agama Hindu, salah satu tujuan itu adalah Catur Purusa Artha.
Tujuan ini, kata dia, mengarah ke hal positif karena semuanya berdasarkan Dharma.
“Hal ini didukung oleh bunyi sebuah sloka. Yaitu ‘Moksartham Jagadhita ya ca iti Dharma’ dalam arti harfiahnya tujuan agama Hindu mencapai kebahagiaan atau Moksa,” ujarnya.
Atau mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Baik di atas dunia maupun di akhirat berdasarkan kebenaran.
Kebahagiaan lahir batin yang sejati adalah di dunia maupun di akhirat tidak hanya kebahagiaan di dunia saja. Sebab ada sekala dan niskala.
Umat Hindu ingin mencapai tujuan Catur Purusa Artha, untuk mencapai kebahagiaan abadi atau Moksa.
Tidak ada jalan lain, kecuali menerapkan ajaran agama Hindu sesuai dengan Dharma.
“Sehingga Catur Purusa Artha inilah yang merupakan pegangan, tujuan utama sekali sebagai umat sedharma, atau umat Hindu,” katanya.
Baca juga: Palinggih Rong Tiga, Sebagai Simbol Harapan Umat Hindu Capai Moksa
Keempat bagiannya tidak bisa diimplementasikan parsial atau sebagian namun harus satu kesatuan.
Semuanya mulai dari Dharma, kemudian menuju ke Artha, lalu Kama dan terakhir Moksa.
Moksa sendiri adalah cita-cita semua makhluk hidup, khususnya yang beragama Hindu.
“Keempat tujuan ini implementasinya harus secara holistik, satu kesatuan,” imbuhnya.
Dharma adalah ajaran kebenaran, yang tidak dapat ditawar oleh umat.
Sebab Dharma membimbing umat manusia, ke jalan kebenaran serta mempunyai etika, moral, sopan-santun, dan sebagainya.
“Dharma ini harus dijadikan landasan yang kuat, dalam mengarungi kehidupan. Sehingga semua hal harus berdasarkan Dharma,” tegas pemangku Pura Campuhan Windhu Segara ini.
Tujuannya mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik dunia nyata maupun di akhirat.
Ajaran kebenaran atau Dharma ini yang melandasi kehidupan umat Hindu.
Dharma juga harus dijadikan landasan dalam mencapai Artha dan Kama.
Jika Artha berarti tujuan dan maksud. Sedangkan Kama adalah keinginan untuk memperoleh kenikmatan.
Jika semuanya berlandaskan Dharma, maka tidak menutup kemungkinan tujuan akhir yaitu Moksa bisa tercapai. (*)
Artikel lainnya di Serba Serbi