Nilapati, Berikut Maknanya dalam Hindu Bali
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, menjelaskan tentang makna upacara nilapati di Bali.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: M. Firdian Sani
Ruang tengah itu, kerap disebut ruang Raganta.
Maka setelah upacara Nilapati serta ngalinggihan di rong tengah.
Yang biasanya kedudukannya lebih tinggi dari kedua rong yang ada di samping kanan dan kiri.
"Maka beliau kini dianggap sudah menjadi Bhatara Hyang Guru," sebut pensiunan dosen Unhi ini.
Dengan harapannya bahwa Hyang Pitara bisa menyatu dengan Brahman.
• Koordinator Stafsus Presiden Ari Dwipayana Orasi Ilmiah di Bali,Bahas Sejarah Hingga Tantangan Hindu
Oleh karena itu, biasanya orang yang meninggal.
Bila telah melakukan upacara Nilapati.
Maka nama sewaktu mereka masih hidup, tidak boleh disebut-sebut atau dipanggil-panggil lagi.
"Karena beliau sudah dijadikan nol. Atau menyatu dengan Brahman. Maka beliau disebut Bhatara Hyang Guru," jelas ida.
Sedangkan dalam lontar Tattwajnana, disebutkan bahwa Bhatara Guru identik atau sama dengan Siwa yang artinya Brahman.
"Ini berarti telah manunggalnya Atman dengan Brahman," imbuh beliau.
• Palinggih Rong Tiga, Sebagai Simbol Harapan Umat Hindu Capai Moksa
Sebab pada dasarnya umat Hindu di Bali percaya bahwa untuk pencapaian akhir dari agama Hindu.
Bukan terbatas pada Swargha.
Tetapi lebih tinggi lagi, yaitu Moksa.
"Hal ini sesuai dengan tujuan agama Hindu yaitu Moksartam Jagathita ya ca iti Dharma. Kebahagiaan lahir batin baik dunia dan akhirat," imbuh beliau. (*)
Ikuti berita terkini Tribun Bali