Breaking News:

Berita Bali

Polda Bali Limpahkan Berkas Darmawati, Ada Unsur Penistaan Agama Hindu

Penyidik Polda Bali segera melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penistaan agama Hindu oleh Desak Made Darmawati

Tribun Bali/Adrian
Dir Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, SH. -Polda Bali Limpahkan Berkas Darmawati, Ada Unsur Penistaan Agama Hindu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyidik Polda Bali segera melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penistaan agama Hindu oleh Desak Made Darmawati ke Bareskrim Mabes Polri.

Pelimpahan berkas dilakukan setelah pemeriksaan ahli yang menyatakan terdapat unsur penistaan agama Hindu.

Demikian disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, SH kepada Tribun Bali, Kamis 3 Juni 2021.

"Terkait pemeriksaan terhadap teradu Desak Made Darmawati atas kasus penistaan terhadap agama Hindu sesuai pasal 156 KUHP. Di Reskrimum Polda Bali ada tiga pengaduan, sudah dilakukan penyelidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak pengadu yang ada di Bali," kata Djuhandhani.

Baca juga: Dit Reskrimsus Polda Bali Ungkap Kejahatan Skimming ATM di Denpasar, Pelakunya Dua WNA Turki

"Kita periksa satu orang ahli tentang penistaan agama dan menurut ahli tersebut terpenuhi unsur-unsur penistaan terhadap agama Hindu," ujarnya.

Djuhadhani telah memerintahkan tim penyidik untuk menelusuri locus delicti jejak tempat kejadian perkara dan waktu kejadian.

Dikatakannya, tiga penyidik Reskrimum Polda Bali pada 31 Mei 2021 selama 9 jam dari pukul 10.30 WIB melakukan pemeriksaan terhadap Desak Made Darmawati di Mapolres Metro Depok, Jawa Barat.

Karena upaya paksa tidak bisa dilaksanakan, saat diundang, Desak Made menggunakan hak dia hanya bersedia diperiksa di Jakarta dengan pertimbangan kesibukan dan kesehatan serta hal lain. Alasan ini bisa diterima Polda Bali.

"Kalau melihat tempat, diketahui mana yang mempunyai kewenangan penyidikan mengenai TKP dan kapan kejadian itu. Kalau berbicara waktu tentu saja akan melihat apakah kejadian ini sudah kedaluwarsa atau belum," ujarnya.

"Setelah kita periksa maraton dan dapat disimpulkan kejadian adalah tanggal 15 November 2019 sekitar pukul 20.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB bertempat di Jalan Menteng Raya No.40 Jakarta Pusat," katanya.

"Menurut keterangan yang bersangkutan hanya melakukan sekali itu tidak ada tempat-tempat lain yang digunakan menyampaikan ceramahnya, itu pun posisi dia sebagai penceramah pengganti, sehingga disimpulkan tempatnya di Jakarta," kata Djuhadhani.

Baca juga: Desak Made Sudah Diperiksa Maraton, Polda Bali Segera Limpahkan Kasusnya ke Bareskrim Mabes Polri

Mengingat keterangan tempat sudah dipastikan di Jakarta, kata Djuhandhani, maka berkas berkas perkara akan dilimpahkan ke Bareskrim Mabes Polri.

"Ada beberapa laporan yang ditangani Bareskrim terkait perkara itu akan digabung. Digarisbawahi kesimpulan memang benar telah terjadi penistaan agama. Harapan kita semua masyarakat Hindu yang kami cintai dapat diberikan pengayoman hukum,” katanya. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved