Breaking News:

Berita Bali

Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Workshop Sastra Bali Modern & Klasik, Peserta Terbanyak dalam Sejarah

Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Workshop Sastra Bali Modern & Klasik, Peserta Terbanyak dalam Sejarah

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
SC Zoom Meeting/istimewa
Yayasan Puri Kauhan Ubud, Gianyar gelar workshop sastra Bali selama tiga hari, Jumat – Minggu, 4 – 6 Juni 2021 dengan materi menulis cerpen, puisi, kakawin, geguritan, kidung serta satua Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebagai upaya untuk melestarikan sastra Bali baik modern maupun klasik dan sebagai pengingat jika dunia pernah dilanda pandemi Covid-19, Yayasan Puri Kauhan Ubud, Gianyar menggelar acara penulisan kreasi sastra bernama Sastra Saraswati Sewana.

Acara ini mengangkat tema Pamarisudha Gering Agung yang merupakan sebuah doa lewat karya sastra dengan harapan dapat menghentikan pandemi ini.

Sebelum penulisan kreasi sastra digelar, acara diawali dengan workshop sastra Bali selama tiga hari, Jumat – Minggu, 4 – 6 Juni 2021 dengan materi menulis cerpen, puisi, kakawin, geguritan, kidung serta satua Bali.

Peserta yang ikut dalam workshop yang digelar secara daring via Zoom Meeting ini pun sangat antusias.

Tercatat peserta yang terdaftar sebanyak 721 orang yang terbagi ke dalam sastra Bali modern sebanyak 570 orang dan sastra Bali klasik 517 orang, dimana peserta bisa memilih maupun mengikuti semua acara workshop.

Jumlah peserta ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah sastra Bali.

Yayasan Puri Kauhan Ubud, Gianyar gelar workshop sastra Bali selama tiga hari, Jumat – Minggu, 4 – 6 Juni 2021 dengan materi menulis cerpen, puisi, kakawin, geguritan, kidung serta satua Bali.
Yayasan Puri Kauhan Ubud, Gianyar gelar workshop sastra Bali selama tiga hari, Jumat – Minggu, 4 – 6 Juni 2021 dengan materi menulis cerpen, puisi, kakawin, geguritan, kidung serta satua Bali. (Dok. Istimewa)

Tampil sebagai pembicara dalam workshop ini yakni akademisi IDG Windu Sancaya, I Wayan Suteja, I Ketut Sumarta, AA Sagung Mas Ruscitadewi, IGA Darma Putra, Putu Eka Guna Yasa, serta I Putu Supartika.

Ketut Sumarta sebagai pembicara pertama memberikan motivasi kepada peserta bahwa menulis sastra Bali itu gampang.

“Menulis itu gampang, seperti yang dikatakan sastrawan Arswendo Atmowiloto. Terlebih lagi menulis menggunakan bahasa Bali lebih gampang lagi, enak sekali, karena bahasa Bali merupakan bahasa sastra, kosa kata sangat kaya,” kata Sumarta.

Baca juga: Mantan Kepala SMKN Bali Mandara Raih Hadiah Sastera Rancage 2020 Kategori Sastra Bali

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved