Berita Jembrana
100 hari Menjabat, Ini Capaian Program Bupati dan Wabup Jembrana
Dalam kurun waktu 100 hari digunakan membangun pondasi kokoh untuk mewujudkan mimpi besar, dalam visi yang diutarakan pada saat kampanyenya
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna membeberkan capaian berbagai program selama masa 100 hari kerja.
Dalam kurun waktu 100 hari digunakan membangun pondasi kokoh untuk mewujudkan mimpi besar, dalam visi yang diutarakan pada saat kampanyenya.
Yakni, mewujudkan masyarakat Jembrana bahagia berlandaskan Tri Hita Karana dengan misi 'Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana'.
Selanjutnya, bangunan akhir dari visi misi itu adalah terwujudnya masyarakat jembrana yang maju dan bahagia, diimplementasikan lewat sejumlah terobosan dan beragam kemudahan.
Baca juga: Pemkab Jembrana Gelar Seleksi Terbuka Untuk Jabatan Sekda
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan, 100 hari kepemimpinannya dengan Wabup Patriana, telah meluncurkan inovasi program yang memiliki konsep pelayanan untuk masyarakat.
Seluruhnya ditujukan untuk memudahkan akses masyarakat serta mendekatkan pelayanan.
Mulai dari aplikasi kedaruratan JES (Jembrana Emergency Service), program JKJ Plus serta inovasi layanan Dokter Sayang (dokumen terlengkap saat bayi pulang), yang memberikan kemudahan pengurusan dokumen bagi pasien pasca melahirkan di RSU Negara.
"Berbagai terobosan itu wujud komitmen kerja kita kepada masyarakat. Hal itu untuk memberikan kemudahan akses serta mendekatkan pelayanan kepada mereka,” ucapnya Minggu 6 Juni 2021.
Dijelaskannya, selain itu juga ada beberapa jalinan kerjasama (MOU) telah dibangun dengan berbagai pihak.
Ia menyadari, PAD Jembrana salah satu terkecil di Bali.
Karena itu, investasi yang masuk itu diharapkan menumbuhkan ekonomi sekaligus membantu menggenjot PAD yang masuk. Bahkan, promosi potensi investasi kepada investor telah dilaksanakan.
Demikian pula jalinan komunikasi dan penyampaian usulan bantuan kepada pemerintah pusat.
"Jadi ketika kita bekerja mesti melihat dulu fakta sesungguhnya. Kita punya uang atau tidak. Kalau tidak punya uang tidak mungkin kita bisa kerja. Kemudian sisi birokrasi, keduanya sebagai ekosistem pemerintahan.
Kami melihat potensi Jembrana ini bagus. Tinggal bagaimana menggalinya agar jadi pemasukan," ungkapnya.
Baca juga: Pemkab Jembrana Gelar Seleksi Terbuka Untuk Jabatan Sekda
Oleh karena itu, sambung Tamba, bahwa ada beberapa hal yang saat ini perlu diubah untuk meningkatkan PAD. Misalnya saja, terkait dengan perbaikan perda-perda lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-tamba-penandatangan-mou-100-hari-kerja-di-pura-jagatnatha-sabtu-5-juni-2021.jpg)