Berita Denpasar
35 Perempuan Pamerkan 122 Lukisan di Denpasar Bali, Peduli Alam Lewat Lukisan
35 perempuan yang merupakan alumni sekolah Santa Ursula Jalan Pos Jakarta menggelar pameran lukisan di Sanur
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 35 perempuan yang merupakan alumni sekolah Santa Ursula Jalan Pos Jakarta yang tergabung dalam kelompok Sanur Painters menggelar pameran lukisan di Sanur, Denpasar, Bali.
Pameran ini digelar pada 6 Juni hingga 10 Juli 2021 di Veneta Gelateria yang berlokasi di Jalan Hang Tuah No. 56, Sanur, Denpasar, Bali.
Pameran karya ini bermula dari keprihatinan akan semakin tak terkendalinya perusakan dan pencemaran lingkungan akibat kurangnya kesadaran masyarakat.
Diharapkan karya ini menggugah para pengunjung untuk lebih peduli terhadap alam.
Baca juga: Kisah Museum Lukisan Sidik Jari Denpasar, Pengerjaan Lukisan Perang Puputan Badung Hingga 18 Bulan
Ketua Panitia Acara, Peni Cameron mengatakan, keunikan pameran ini adalah lukisan-lukisan yang dipamerkan kebanyakan merupakan karya alumni yang sudah masuk kategori lansia menurut WHO, dengan rentang usia 40-70 tahun.
“Pameran ini memang ingin memberikan kesempatan kepada para wanita usia matang untuk terus berkarya dan mengekspresikan diri di sela-sela kesibukan mereka. Terlebih wanita masih selalu dibebani peran ganda, sehingga jarang mereka bisa menggali potensi diri,” katanya.
Pameran ini ingin menjadi agen perubahan untuk mendorong perempuan, sekalipun sudah tidak muda lagi, untuk terus belajar dan menampilkan bakat-bakat yang luar biasa.
Karya yang dihasilkan tak hanya puitis, tapi juga sarat makna dan secara efektif menohok perasaan siapa pun yang melihatnya.
Misalnya pelukis CD Kristiari yang menampilkan dua versi kuda laut yang menyisakan perasaan miris.
Di lukisan pertama, kuda laut ungu menyangka sikat gigi bekas ungu yang dibuang manusia ke laut adalah jodohnya karena mirip dirinya.
Di lukisan kedua, kuda laut kuning menyangka cotton bud adalah ganggang tempatnya berlindung tapi ternyata ia tertipu.
Selain itu, ada juga karya Anda Maria yang berjudul Kita Lebih Pintar, Dik! tentang dua kakak-beradik yang menanam sayuran di botol plastik dan kaleng bekas dari sampah yang dibuang sembarangan.
Kedua anak ini dalam narasinya mempertanyakan apakah mereka yang miskin ternyata lebih pintar dari orang-orang kaya yang senang buang sampah sembarangan.
“Anggaplah pameran ini adalah pesan nenek kepada para cucu untuk lebih peduli dengan berbagai permasalahan yang dihadapi alam dan bumi yang makin menua ini,” kata Peni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengunjung-mengamati-lukisan-sanur-painters.jpg)