Breaking News:

Berita Denpasar

Kisah Museum Lukisan Sidik Jari Denpasar, Pengerjaan Lukisan Perang Puputan Badung Hingga 18 Bulan

Museum Lukisan Sidik Jari berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Bali.

Tribun Bali/Harun Ar Rasyid
Mengunjungi Museum Lukisan Sidik Jari untuk Mendukung Museum ini Bertahan di Kala Pandemi - Kisah Museum Lukisan Sidik Jari Denpasar, Pengerjaan Lukisan Perang Puputan Badung Hingga 18 Bulan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Museum Lukisan Sidik Jari berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Bali.

Museum ini berlokasi persis di samping sebuah toko buku.

Jika tidak diperhatikan benar-benar mungkin lokasi museum ini akan terlewat saja.

Kecintaan pemilik museum terhadap seni dan karyanya membuat museum ini masih bertahan.

Baca juga: Tersangka Asabri Jimmy Sutopo Diduga Simpan 36 Lukisan Berlapis Emas di Apartemennya

Bahkan di tengah badai pandemi yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, dengan tertatih-tatih museum ini bertahan.

"Waktu itu 3 bulan nggak ada pengunjung," ucap Intan, satu-satunya pegawai yang ditemui Tribun-Bali.com di Museum Lukisan Sidik Jari I Gusti Ngurah Gede Pemecutan, Denpasar, Bali.

"Ya itu, paling lama waktu itu 3 bulan benar-benar nggak ada pengunjung," jelasnya sembari mempersilahkan untuk masuk dan menikmati mahakarya Sang Maestro Lukisan Sidik Jari, Kamis 27 Mei 2021.

Dia melanjutkan, "Untuk hari-hari ini, ya kadang ada yang datang, kadang nggak ada. Itupun yang datang hanya mahasiswa dan pelajar. Sebulan itu belasan orang lah yang datang".

Ia kemudian menjelaskan, I Gusti Ngurah Gede Pemecutan masih bisa ditemui di kediamannya.

Namun hari ini, Kamis 27 Mei 2021, ia belum bisa ditemui, mengingat ia masih harus beristirahat.

Halaman
1234
Penulis: Harun Ar Rasyid
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved