Breaking News:

Berita Badung

Pencuri Laptop di SDN 4 Sulangai Petang Badung Adalah Residivis, Spesialis Maling di Sekolah

salah satu dari pelaku yakni Gede Sudarma merupakan seorang residivis di Polres Badung yang sebelumnya ditahan dengan kasus yang sama

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
ist
Kedua pelaku pencurian di SD 4 Sulangai saat diamankan jajaran reskrim Polsek Petang pada Senin 7 Juni 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Gede Sudarma (28) asal Banjar Dinas Bakunga, Desa Tajun,Kubutambahan Buleleng dan Kadek Fendy Apriadi asal Banjar Dinas Kembangsari, Desa Satra,Kintamani, Bangli kini harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Kedua pria yang ada hubungan keluarga itu diamankan usai mencuri laptop di SDN 4 Sulangai Petang.

Bahkan salah satu dari pelaku yakni Gede Sudarma merupakan seorang residivis di Polres Badung yang sebelumnya ditahan dengan kasus yang sama.

Sayangnya sampai saat ini dirinya masih melakukan aksi mencuri dengan alasan kebutuhan ekonomi.

Baca juga: Gasak Laptop di SD 4 Sulangai,  2 Pelaku yang Masih Keluarga Diamankan Reskrim Polsek Petang Badung

Uniknya lagi dalam beraksi mereka berdua menyewa mobil jenis xenia warna putih.

Uang hasil curian tersebut digunakan tersangka untuk membayar utang dan ingin menebus mobilnya yang masih tergadai.

Kapolsek Petang AKP I Ketut Gita melalui Kanit Reskrim AKP I.G.N Subandi, S.H pada Senin 7 Juni 2021 mengatakan pelaku memang khusus melakukan aksi pencurian di sekolah.

Pasalnya menurut keterangan pelaku, di sekolah pasti ada barang elektronik seperti laptop dan yang lainnya.

"Pelaku mengakui memang menyasar sekolah. Bahkan aksinya tersebut dilakukan setelah mencari informasi di youtube terkait cara membuka gembok termasuk pintu dengan menggunakan kawat.

"Jadi pelaku ini memang menyasar sekolah-sekolah. Jadi setelah menonton youtube, mereka mencoba turun untuk melakukan aksinya tersebut. Pasalnya mereka kan dari Kintamani dan Tajun, Buleleng," katanya.

Pihaknya mengatakan, sampai saat ini kedua pelaku belum mengakui ada berapa TKP yang digasak untuk melakukan aksinya tersebut.

Hanya saja dadi catatan, pelaku sudah dua kali melakukan aksinya tersebut, hanya saja sebelumnya ditangani Polres Badung.

"Iya kedua pelaku memang residivis dan spesialis pencuri di sekolah," tegasnya

Laptop hasil curiannya itu pun dijual secara online dengan harga yang bervariasi.

Baca juga: Disdikpora Kabupaten Badung Mulai Mempersiapkan PPDB, Pendaftaran Secara Online

Namun dari 8 laptop yang di ambil, tercatat sudah ada 6 laptop yang dijual.

"Harganya mulai dari Rp 600 ribu sampai satu juta. Bahkan menurut pengakuan pelaku, uang yang terkumpul sekitar Rp 4 juta dan sementara digunakan oleh pelaku Gede," bebernya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap pelaku.

Pasalnya pelaku sudah lihai membuka pintu dengan memasukkan kawat ke lubang kunci.

"Jadi total laptop yang di curi sebanyak 8 unit. Namun untuk barang bukti kita baru amankan 2 unit, termasuk kendaraan yang digunakan mencuri 2 HP milik pelaku dan kawat yang digunakan membuka pintu," ungkapnya sembari mengatakan kedua pelaku ini masih ada hubungan keluarga yakni ipar.

Lebih lanjut dijelaskan, kini kedua pelaku diamankan di Polsek Petang beserta barang buktinya.

Bahkan kedua pelaku dikenakan pasal 363 ayat 3 huruf e dan ayat 4 huruf e KUHP yakni tindakan pidana pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Dengan adanya kasus ini kita tetap mengimbau masyarakat terutama sekolah-sekolah agar antisipasi terkait kasus pencurian.

Termasuk juga melihat keamanan di pura-pura, lantaran rawan pencurian," tungkasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved