Serba Serbi
Kisah Dalem Ngelusir Hingga Masa Pemerintahan Dalem Waturenggong
Ida Dalem Ketut Ngelusir atau Sri Smara Kepakisan menjadi raja Bali, pada tahun 1383-1458. Yang berpuri di Swecapura atau Gelgel.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ida Dalem Ketut Ngelusir atau Sri Smara Kepakisan menjadi raja Bali, pada tahun 1383-1458.
Yang berpuri di Swecapura atau Gelgel.
Sebelumnya, setelah memerintah lebih kurang selama 3 tahun, Ida Dalem Samplangan akhirnya turun tahta.
Hal itu, disebabkan tidak adanya dukungan dari para pengabih atau patihnya.
Sebab dianggap tidak perhatian, dan lambat mengurus pemerintahan.
Serta selalu senang berlama-lama bersolek.
• Kisah di Balik Berdirinya Pura Dalem Pangembak, Patung yang Dibuat Jero Mangku Bisa Tertawa Sendiri
• Meminta Jabatan, Ini Kisah Pura Dalem Pangembak Denpasar
Dikisahkan dari sumber Babad Pamancangah Satriya Dalem.
Pada suatu saat ada sebuah rencana, dengan diadakannya paruman.
Namun sampai siang sang prabu belum juga datang ke balai paseban.
Sehingga para patih dan Kriyan Klapodyana sangat kecewa. Sampai akhirnya meninggalkan paseban.
Lalu bersepakat mengganti Ida Dalem Samplangan dari pucuk pemimpin kerajaan.
Dalam keadaan darurat itu, direncanakan Dalem Tarukan untuk menggantikan posisi kakaknya (Dalem Samplangan) sebagai raja.
Namun sayangnya, Dalem Tarukan tidak diketahui keberadaannya.
Sebab konon lebih senang bertani dan mencari kesucian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/replika-mahkota-raja-klungkung_20180406_084918.jpg)