Serba Serbi
Kisah Dalem Ngelusir Hingga Masa Pemerintahan Dalem Waturenggong
Ida Dalem Ketut Ngelusir atau Sri Smara Kepakisan menjadi raja Bali, pada tahun 1383-1458. Yang berpuri di Swecapura atau Gelgel.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
Akhirnya dicarilah Ida Dalem Ketut Ngelusir yang sedang bersambung ayam di Desa Pandak (Tabanan).
Sejatinya, Dalem Ketut Ngelusir juga tidak bersedia, karena ragu dengan kemampuannya.
Tetapi karena didesak, dan tidak ada pilihan lain. Sebab adiknya Dewa Tegal Besung masih kecil.
Akhirnya Ida Dalem Ketut Ngelusir memenuhi permohonan para patihnya.
Karena menghindari hal-hal yang tidak diinginkan menimpa kerajaan.
Agar tidak menganggu posisi pemerintahan kakaknya di Samplangan.
Maka oleh para mantrinya. Pusat pemerintahan dipindahkan ke Gelgel.
Baca juga: Kisah Danghyang Kepakisan Hingga Keturunannya di Bali
Terjadilah regenerasi kepemimpinan dari Keraton Samplangan ke Keraton Gelgel atau Arsha Pura.
Hal ini tanpa ada gejolak dan berjalan damai serta aman.
Selanjutnya pusat kerajaan Bali, sejak saat itu berpindah dan berpusat di Swecapura Gelgel, Klungkung.
Dengan rajanya adalah I Dalem Ketut Ngelusir yang bergelar Dalem Sri Smara Kepakisan.
Beristri Dewi Danu dari Batur, sang raja memiliki putra bernama Ida Batara Dalem Waturenggong atau Sri Jaya Kepakisan.
Dalem Waturenggong, menjadi satu diantara raja yang termasyhur di Bali.
Ia memimpin pada tahun 1460 sampai 1550. Dan berpuri di Swecapura atau Gelgel.
Dalam pemerintahan Ida Dalem Waturenggong, yang maha patihnya Kyai Batan Jeruk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/replika-mahkota-raja-klungkung_20180406_084918.jpg)