Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jabatan 12 Tahun Netanyahu Berakhir, Inilah Naftali Bennett PM Baru Israel Sang 'King Maker'

Sosok pemimpin baru tersebut bernama Naftali Bennett yang dilantik sebagai perdana menteri baru Israel pada Minggu 13 Juni 2021. 

Editor: Eviera Paramita Sandi
YONATAN SINDEL / POOL / AFP
Pemimpin partai Yemina Israel, Naftali Bennett, menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. 

TRIBUN-BALI.COM - Israel kini memasuki dunia politik baru setelah selama 12 tahun dikomandoi oleh Benjamin Netanyahu

Sosok pemimpin baru tersebut bernama Naftali Bennett yang dilantik sebagai perdana menteri baru Israel pada Minggu 13 Juni 2021. 

Naftali Bennett dikenal sebagai seorang Yahudi religius yang menghasilkan jutaan dolar di sektor hi-tech yang sebagian besar sekuler.

Sosoknya juga pernah menjarai gerakan pemukiman dan tinggal di pinggiran kota Tel Aviv. 

Ia juga mantan sekutu Benjamin Netanyahu yang telah bermitra dengan partai-partai sayap kiri dan tengah untuk mengakhiri kekuasaannya selama 12 tahun.

Partainya yang ultranasionalis Yamina hanya memenangkan tujuh kursi di Knesset yang beranggotakan 120 orang dalam pemilihan Maret, suara keempat dalam dua tahun.

Dengan menolak untuk berkomitmen pada Netanyahu atau lawan-lawannya, Bennett memposisikan dirinya sebagai kingmaker.

Bahkan setelah salah satu anggota partai nasionalis keagamaannya meninggalkannya untuk memprotes kesepakatan koalisi baru, ia berakhir dengan kejayaan.

 inilah sosok serta perjalanan politik PM Israel Naftali Bennett seperti dilansir The Independet : 

Ultranasionalis dengan Koalisi yang Sekadarnya

Bennett telah lama memposisikan dirinya di sebelah kanan Netanyahu.

Tetapi posisinya kini akan sangat dibatasi oleh koalisinya yang berat, yang hanya memiliki mayoritas sempit di parlemen dan mencakup partai-partai dari kanan, kiri dan tengah.

Bennett menentang kemerdekaan Palestina dan sangat mendukung pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem timur.

Hal itu dilihat oleh Palestina dan sebagian besar masyarakat internasional sebagai hambatan utama bagi perdamaian.

Bennett dengan keras mengkritik Netanyahu yang setuju untuk memperlambat pembangunan pemukiman di bawah tekanan dari Presiden Barack Obama.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved