Corona di Bali
Paling Tinggi, Persentase Penggunaan Masker di Bali Capai 92 Persen
Covid-19 beberapa kali sempat bermutasi. Dari informasi terakhir, mutasi terbaru dari virus Covid-19 yakni bernama Delta.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Covid-19 beberapa kali sempat bermutasi.
Dari informasi terakhir, mutasi terbaru dari virus Covid-19 yakni bernama Delta.
Virus varian baru jenis Delta ini memang belum masuk ke Provinsi Bali.
Mengenai varian baru tersebut, Kepala Kesehatan Kodam IX/ Udayana, Kol. CKM. dr. I Made Mardika memberikan penjelasannya.
"Varian baru itu kan untuk menghindari nama-nama negara, varian Delta syukurnya sampai saat ini di Bali belum ada. Yang ada di Jawa, Kudus, mudah-mudahan sampai saat ini belum ada di Bali," ungkapnya pada, Selasa 15 Juni 2021.
Baca juga: Kodam Udayana Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 Untuk Umum Selama 3 Hari Kedepan
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk pencegahan harus dengan melakukan protokol kesehatan.
Karena bagaimana pun jenis virusnya masyarakat harus tetap gunakan masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan air yang mengalir dan jangan berkerumun.
Sementara itu, angka persentase menggunakan masker di Bali paling tinggi yakni sebesar 92 persen.
Sedangkan, karakter dari virus yang baru ini karena dia bermutasi karakternya lebih berat, maka dari itu jangan sampai tertular atau terkena.
Baca juga: 537 WNA di Denpasar Terima Vaksin Covid-19 Dosis Pertama, Didominasi Domisili Sanur
"Kalau terkena biasanya flunya lebih berat, sesaknya lebih berat dan di rumah sakit lebih lama juga. "
"Terlebih jika ada kormobid cepat meninggal. Maka dari itu masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada," imbuhnya.
537 WNA Ikuti Vaksin Covid-19
Di mana jumlah ini didominasi oleh WNA yang berdomisili di wilayah Sanur.
WNA yang bisa divaksinasi Covid-19 di Denpasar merupakan pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan WNA ini memiliki beragam profesi mulai dari guru, hingga pekerja hotel.
Baca juga: Waspadai Virus Covid-19 Varian Delta, Berisiko 2 Kali Lebih Besar Membuat Seseorang Dirawat Inap
Ada juga WNA yang memang sudah menetap di Denpasar.
“Untuk WNA yang divaksinasi dosis pertama sebanyak 537 orang. Sekarang ada beberapa yang sudah mendapat dosis kedua,” kata Dewa Rai, Selasa, 15 Juni 2021 siang.
Beberapa WNA ikut kegiatan vaksinasi massal yang digelar di wilayah Sanur.
Sedangkan beberapa di antaranya melakukan vaksinasi mandiri ke Fasyankes.
“Yang di luar Sanur biasanya mereka langsung ke RSUD Wangaya dengan membawa Kitas,” imbuhnya.
Dewa Rai menambahkan, WNA ini ikut divaksinasi agar tidak menjadi penyebar Covid-19.
Apalagi mereka tinggal dalam waktu yang cukup lama di Denpasar.
Baca juga: Klungkung Kembali Terima 1.250 Dosis Vaksin Covid-19
Untuk pelaksanaan vaksinasi, Pemerintah Kota Denpasar juga telah melakukan konsultasi dengan beberapa Konsul Jenderal (Konjen) seperti Konjen Jepang, India, maupun Korea Selatan yang ada di Denpasar.
Ia menambahkan pelaksanaan vaksinasi WNA ini harus mendapat persetujuan dari negara asalnya demi keselamatan.
Jika belum mendapat persetujuan, pihaknya tak berani melakukan vaksinasi.
Di samping itu, pihaknya juga mengedukasi kepada WNA yang sudah tervaksin untuk mensosialisasikan program ini, bahwa pemerintah Indonesia, baik Pemprov Bali dan Kota Denpasar secara khusus, serius dalam menangani pandemi Covid-19 ini.
“Nantinya, jika Sanur maupun daerah pariwisata sudah dibuka, para WNA yang menetap di Bali maupun Denpasar ini dapat menginformasikan kepada keluarga, kerabat atau teman-temannya untuk datang ke Indonesia, terutama Bali dan juga Sanur,” katanya. (*)
Berita lainnya di Corona di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-pakai-masker-ke-salon-saat-corona.jpg)