Breaking News:

Berita Badung

Terdapat Pembangunan di Zona Hijau, Satpol PP Badung Turun ke Subak Apuan Abiansemal

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung turun langsung meninjau pembangunan di areal Subak Apuan

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Satpol PP Kabupaten Badung saat melakukan peninjauan pembangunan di areal Subak Apuan, Desa Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal pada Selasa 15 Juni 2021 - Terdapat Pembangunan di Zona Hijau, Satpol PP Badung Turun ke Subak Apuan Abiansemal 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung turun langsung meninjau pembangunan di areal Subak Apuan, Desa Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, pada Selasa 15 Juni 2021.

Pasalnya pembangunan tersebut telah melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 26 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Badung Tahun 2013-2033.

Kendati demikian, informasi yang beredar, rumah-rumah tersebut sudah berdiri atau dibangun sejak tahun 2020.

Turunnya Satpol PP Badung untuk memastikan tidak ada aktivitas pembangunan.

Baca juga: Aktivitas Pengerukan Bukit Marak di Klungkung, Satpol PP Lakukan Sidak di Wilayah Gunaksa

Kasatpol PP Badung, I GAK Suryanegara mengatakan, pihaknya sudah turun langsung ke lokasi.

Pihaknya turun untuk memastikan tidak lagi ada kegiatan di areal tersebut.

Dirinya juga mengakui pembangunan tersebut dilakukan di atas lahan budidaya tanaman pangan.

"Kami bersama staff desa dan Pekaseh Subak sudah ke lokasi untuk memastikan kembali tidak ada kegiatan. Sejak kemarin sore tidak ada orang yang kerja,"ujar Suryanegara.

Birokrat asal Denpasar itu mengaku dalam pemantauan di lapangan baru terdapat empat rumah yang sudah berdiri.

Namun kondisinya masih setengah jadi.

Suryanegara mengaku, sampai saat ini belum menemukan pemilik rumah ataupun pengembang yang melakukan pembangunan.

"Kami belum temukan pemiliknya, kemungkinan ini jual belinya dilakukan perorangan, sehingga kami nitip kepada pekaseh atau kelian dan perbekel supaya mengawal bersama," ucapnya.

Kendati demikian pihaknya tidak menampik kawasan tersebut merupakan jalur hijau.

Bahkan dirinya sudah memanggil pengelola kaplingan tanah tersebut, hanya sampai sekarang belum ditemui

"Kami sudah panggil pengembang. Cuma itu kaplingan tanah dan bukan perumahan. Namun kami minta untuk tidak melanjutkan pembangunannya karena itu kawasan jalur hijau," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Perbekel Dauh Yeh Cani, I Made Budiana menuturkan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti pembangunan tersebut lantaran baru menjabat.

Namun, ia sempat menerima pengajuan persetujuan untuk memasang listrik di salah satu rumah tersebut.

"Pengajuan itu saya tolak karena kebetulan juga yang ditujukan kepada Desa Penarungan tapi diajukan ke saya. Kemudian ada dari Satpol PP yang melapor terkait pembangunan itu, kami dari pihak desa tentunya siap mendampingi karena sudah melanggar,"bebernya.

Sementara itu, Pekaseh Subak Apuan, Ida Bagus Ketut Sudarsana mengatakan, tanah sawah yang sekarang menjadi kompleks perumahan sudah dijual sejak tahun 2009.

Namun ia tidak dapat memastikan kini pemilik tanah dan bangunan tersebut.

"Saya menjadi pekaseh sejak tahun 2015, sebelumnya tanah itu sudah lama dijual. Kemungkinan ini sudah beberapa kali di lempar (dijual belikan)," ungkapnya.

Baca juga: Sidak Duktang di Badung Dihentikan Sementara, Satpol PP Sebut Sedikit yang Datang Pasca Lebaran

Pihaknya membenarkan bahwa komplek perumahan itu dibangun di wilayah Subak Apuan, tetapi akses jalan masuknya berada di Subak Latu.

"Ini yang saya kurang pahami apakah mereka sudah dapat izin sebelumnya, seharusnya kan kalau mau membangun harus melapor ke subak. Ini yang tidak dilakukan oleh pengembang," jelasnya.

Pembangunan di jalur hijau ini ditakutkan akan mengganggu sistem pengairan sawah.

Dalam hal ini petani yang akan dirugikan.

Kendati demikian pihaknya tidak mengetahui pasti prihal tersebut.

"Selama pembangunan pengembang kaplingan itu tidak ada melapor ke kami di subak. Saya juga akan meminta keterangan kepada pekaseh sebelumnya apakah dia mengetahui tentang hal ini," akunya.(*).

Kumpulan Artikel Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved