Breaking News:

Berita Buleleng

Polisi Tangkap Lima Pelaku Illegal Logging di Hutan Desa Gerokgak Buleleng

Aparat kepolisian sektor Seririt menangkap lima pelaku illegal logging di kawasan hutan negara Banjar Dinas Taman Sari Mekar

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukan lima pelaku illegal logging di kawasan hutan negara Desa Gerokgak, Buleleng, beserta barang bukti 49 batang kayu jenis sonokeling, Rabu 16 Juni 2021 - Polisi Tangkap Lima Pelaku Illegal Logging di Hutan Desa Gerokgak Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aparat kepolisian sektor Seririt menangkap lima pelaku illegal logging di kawasan hutan negara Banjar Dinas Taman Sari Mekar, Desa/Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.

Dari penangkapan ini, polisi berhasil menyita 49 batang kayu jenis sonokeling, dengan panjang 1 hingga 1.5 meter.

Kapolsek Seririt, Kompol Gede Juli pada Rabu 16 Juni 2021 mengatakan, penangkapan ini mulanya berhasil dilakukan saat anggota menemukan sebuah mobil pikap DK 8650 UK, yang mengangkut kayu jenis sonokeling, melintas di wilayah Seririt, pada Rabu 9 Juni 2021.

Petugas pun langsung menghentikan mobil yang dikemudikan oleh Sodikin (53) warga asal Banjar Dinas Timur Jalan, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasad, Buleleng itu.

Baca juga: Illegal Logging Terjadi di Kawasan Hutan TNBB, Polhut Ngaku Kerap Diancam dengan Senjata Tajam

Paska menghentikan mobil pikap tersebut, polisi akhirnya mengetahui jika kayu yang diangkut oleh Sodikin itu merupakan hasil penebangan pohon secara liar, yang ada di kawasan hutan negara Banjar Dinas Taman Sari Mekar, Desa Gerokgak.

Polisi lantas mengamankan Sodikin, dan bergegas melakukan pengembangan, menangkap rekan-rekan Sodikin yang terlibat dalam kasus illegal logging tersebut.

Dari hasil pengembangan itu, polisi menangkap empat pria lainnya, masing-masing bernama Putu Asrtana (48) asal Banjar Dinas Sari Mekar, Desa Gerokgak, Komang Martana Yusa (46) asal Banjar Dinas Sumber Bunga, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Edi Suhartono (50) asal Banjar Dinas Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Buleleng, Heru Wahyudi (52) asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Kompol Juli menyebut, untuk tersangka Putu Astana berperan sebagai penebang kayu di kawasan hutan negara tersebut.

Sementara tersangka Edi Suhartono bertugas mengangkut kayu hasil tebangan.

Tersangka Komang Martana Yusa bertugas memasarkan kayu hasil tebangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved