Breaking News:

Berita Tabanan

Kejari Tabanan Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi LPD Belumbang, Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan saat ini sedang melakukan proses perampungan berkas terhadap kasus dugaan penyalahgunaan uang LPD Belumbang

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kejaksaan Negeri Tabanan saat memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus penyelewengan dana LPD Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan di Kantor Kejari Tabanan, Selasa 8 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan saat ini sedang melakukan proses perampungan berkas terhadap kasus dugaan penyalahgunaan uang LPD Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali.

Selain perampungan berkas, pihak jaksa juga menyatakan kemungkinan besar akan ada tersangka baru dalam pengembangan kasus, selain tersangka Wayan Sunarta.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tabanan, Ida Bagus Putu Widnyana menyatakan, hingga saat ini pihaknya sedang melakukan perampungan berkas perkara kasus penyalahgunaan dana LPD Belumbang.

Baca juga: BRSU Tabanan Layani Vaksinasi 250 Orang Sehari, Percepatan Vaksinasi Untuk Capai Herd Immunity

“Untuk kasus LPD Belumbang saat ini masih dalam proses perampungan berkas perkara dan masih diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Widnyana saat dikonfirmasi Minggu 20 Juni 2021.

Dia melanjutkan, pihaknya saat ini masih terus melakukan pengembangan terkait kasus ini.

Potensi untuk pengembangan kasus ini sangat besar apalagi pihaknya telah menerapkan pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

“Dalam kasus ini, kami sudah menerapkan pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP terkait pengembangannya masih didalami dalam proses penyidikan dan akan kami uraikan didakwakan nanti pasti kami sampaikan perkembangannya,” jelasnya.

Baca juga: Pengungkapan Kasus Narkotika di Tabanan Meningkat, Hingga Juni Amankan 27 Orang dan 175 Gram Sabu

“Iya benar ada potensi (tersangka baru) dalam pengembangannya nanti,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kejaksaan Negeri Tabanan akhirnya menetapkan I Wayan S sebagai tersangka penyalahgunaan dana Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa 8 Juni 2021 lalu.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris LPD ini telah menggelapkan uang nasabah sejumlah Rp1.101.976.131,92.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved