Breaking News:

Berita Badung

Budidaya Maggot yang Sempat Diatensi Bupati Giri Prasta di Desa Buduk Kini Tak Lagi Beroperasi

Padahal sistem pemilahan sampah dengan budidaya Maggot itu sempat mendapat atensi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Situasi tampak luar TPS Desa Buduk yang kini sudah habis masa kontraknya, Selasa 22 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Budidaya Maggot atau ulat pemakan sampah di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi kini tidak lagi beroperasi.

Padahal sistem pemilahan sampah dengan budidaya Maggot itu sempat mendapat atensi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Bahkan budidaya magot itu pun disebut-sebut sebagai salah satu upaya mewujudkan Badung Clean and Green.

Pasalnya Badung akan mandiri dalam pengolahan sampah yang dilakukan mulai dari masing-masing desa.

Baca juga: Seluruh Tenant di Kawasan The Nusa Dua Badung Telah Kantongi Sertifikat CHSE 

Dilihat dari tampak luar kondisi TPA tersebut sangat sepi.

Bahkan bangunan yang menjadi kandang Maggot dan TPS untuk Desa Buduk yang berlokasi di Banjar Pasekan itu nampak minim aktivitas, pintu pagar pun terlihat tertutup.

Pada bagian dalam terlihat mesin pemilah sampah yang tidak lagi digunakan, sementara kandang kawin yang juga tempat lalat BSF (black soldier fly) bertelur nampak kosong.

 Hanya saja terlihat beberapa kendaraan yang parkir di lokasi dan pintu dalam kondisi tertutup

Perbekel Buduk Ketut Wira Adi Atmaja saat dikonfirmasi Selasa 22 Juni 2021 tidak menampik jika budidaya maggot di TPS tersebut telah terhenti.

Terhentinya pengelolaan sampah dengan pemilihan dan budidaya Maggot dilakukan sebelum dirinya menjabat perbekel.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved