Breaking News:

Berita Bali

Ditangkap di Bali dan Sita 4 Jenis Narkotika, Suhadi Terancam 20 Tahun Penjara

Suhadi (40) hanya bisa pasrah saat didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang digelar secara daring

Tribun Bali/Putu Candra
Suhadi saat menjalani sidang secara daring. Ia diadili karena diduga menjadi perantara ganja, hasish, sabu dan ekstasi - Ditangkap di Bali dan Sita 4 Jenis Narkotika, Suhadi Terancam 20 Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Suhadi (40) hanya bisa pasrah saat didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali.

Terdakwa Suhadi didakwa karena diduga terlibat sebagai perantara jual beli beberapa jenis narkotik golongan I.

Sebagaimana dakwaan, terdakwa kelahiran Lampung Utara, 21 Juli 1980 itu terancam 20 tahun penjara.

Diketahui Suhadi ditangkap petugas kepolisian dengan barang bukti narkotik, berupa ganja seberat 23.247 gram netto, hasish seberat 488 gram netto, sabu seberat 45 gram netto dan ekstasi seberat 9,42 gram netto.

Baca juga: Lima Puluh Personel Kodim 1610/Klungkung Tes Urin, Dandim Minta Antisipasi Narkoba dari Keluarga

Selain menyita barang bukti narkotik, petugas kepolisian juga menyita uang sebesar Rp 227 juta yang diduga hasil dari penjualan narkotik.

"Dakwaan sudah dibacakan jaksa penuntut. Atas dakwaan itu, terdakwa dan kami selaku penasihat hukum tidak mengajukan eksepsi," jelas Aji Silaban, pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar, Rabu 23 Juni 2021.

Dengan tidak diajukannya eksepsi atau keberatan, kata Aji, sidang langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan keterangan saksi polisi yang menangkap terdakwa.

"Karena tidak mengajukan eksepsi, sidangnya lanjut pemeriksaan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut," terangnya.

Sementara itu, JPU I Komang Swastini dalam surat dakwaannya mendakwa Suhadi dengan dakwaan alternatif.

Dakwaan alternatif kesatu, perbuatan Suhadi dinilai melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

Atau alternatif kedua dan ketiga, terdakwa Suhadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini dijerat dengan Pasal 112 ayat (2), dan Pasal 111 (2), UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

Diungkap dalam dakwaan JPU, Suhadi ditangkap oleh petugas kepolisian pada 4 Maret 2021.

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat bahwa di Pulau Singkep, Pedungan, Denpasar Selatan sering terjadi peredaran narkotik yang dilakukan oleh seorang pria yang biasa dipanggil Suhadi.

Petugas kepolisian yang menerima laporan itu kemudian melakukan pemantauan dan penyelidikan di sekitar lokasi.

Saat itu, petugas melihat seorang pria sesuai dengan ciri-ciri yang didapat sedang melintas dengan mengendarai sepeda motor.

Ketika ditangkap dan digeledah, petugas tidak menemukan barang bukti.

Namun dari hasil interogasi, terdakwa mengakui menyimpan narkotika di rumahnya di Jalan Pulau Belitung, Desa Pedungan, Denpasar Selatan.

Benar saja, ketika dilakukan penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan beragam jenis narkotik yang dikemas dalam plastik klip siap untuk diedarkan.

Berupa ganja seberat 23.247 gram netto, 488 gram netto hasish, 45 gram netto sabu, dan ekstasi seberat 9,42 gram netto.

Juga uang sebesar Rp 227 juta yang diduga hasil dari penjualan narkotik.

Baca juga: Komplotan Pengedar Narkotik Jaringan Luar Negeri Diganjar 13 Tahun, Hambali Dkk Kompak Menerima

Terkait barang terlarang yang disimpan terdakwa itu, diakuinya diterima dari seseorang bernama John Andre (DPO).

Rencananya, paket narkotik itu akan diserahkan kepada seseorang bernama Ronaldo (dilakukan penuntutan secara terpisah).

Jhon Andre (DPO) menjanjikan kepada terdakwa upah untuk ganja perpaketnya sebesar Rp 1 juta.

Sedangkan untuk paket narkotik lainnya belum diberitahu berapa upahnya.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved