Corona di Indonesia

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Mulai dari Batuk, Demam hingga Hilang Nafsu Makan

Anak-anak belum bisa mengungkapkan gejala sakit yang sedang mereka alami, khususnya pada balita.

Editor: DionDBPutra
Pixabay
Ilustrasi. Secara umum gejala virus corona menyerang anak tidak beda jauh dengan yang dialami orang dewasa, yakni batuk dan demam. 

TRIBUN-BALI.COM - Secara umum gejala virus corona menyerang anak tidak beda jauh dengan yang dialami orang dewasa, yakni batuk dan demam.

Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, sebanyak 1 dari 8 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Indonesia merupakan anak-anak.

"Data nasional saat ini proporsi kasus konfirmasi positif Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun ini adalah 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus konfirmasi itu adalah anak," ujar dr Aman dalam konferensi pers, Jumat 18 Juni 2021.

Namun, yang menjadi masalah dan perlu diwaspadai adalah banyak di antara anak-anak tersebut yang belum bisa mengungkapkan gejala sakit yang sedang mereka alami, khususnya pada balita.

Baca juga: Covid-19 pada Anak Mencemaskan, Menteri Bintang Puspayoga Minta Perhatian Serius Orangtua

Baca juga: Daun Kelor Bisa Atasi Covid-19? Ini Penjelasan dari Dosen Fakultas Kesehatan Ayurweda UNHI

Itulah sebabnya orang tua perlu mengetahui gejala corona pada anak guna mengambil penanganan selekasnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), bayi berusia di bawah satu tahun dan anak-anak yang memiliki kondisi atau penyakit tertentu lebih rentan mengalami gejala parah jika terinfeksi Covid-19.

Secara keseluruhan, anak-anak akan mengalami gejala yang mirip dengan orang dewasa apabila terinfeksi, berikut gejalanya.

- Demam atau meriang
- Batuk
- Hidung tersumbat atau pilek
- Kehilangan indra penciuman
- Sakit tenggorokan
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Diare
- Mual atau muntah
- Sakit perut
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Nyeri otot atau tubuh
-  Hilangnya nafsu makan, terutama pada bayi berusia di bawah satu tahun.

Gejala corona pada anak di atas bisa diperparah jika anak yang terinfeksi memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Berikut sejumlah kondisi pada anak yang harus diwaspadai jika terinfeksi Covid-19.

- Asma atau penyakit paru kronis
- Diabetes
- Kondisi genetik, neurologis, atau metabolik
- Penyakit sel sabit
-  Penyakit jantung sejak lahir
-  Gangguan sistem imun
-  Anak-anak dengan berbagai kondisi kronis yang mempengaruhi banyak bagian tubuh
-  Obesitas.

Orangtua harus memantau keadaan atau kondisi anak yang terlihat berbeda, terutama dari segi aktivitas dan kesehatannya.

Misalnya, anak ebih lemas, mudah menangis, perubahan perilaku, sampai lebih sering tidur lemas.

Apakah anak harus langsung dirawat ketika mereka terinfeksi Covid-19?

"Apakah semua anak positif Covid-19 dengan komorbid harus dirawat? Enggak juga, kalau OTG, gejala ringan, bisa isolasi mandiri. Kalau gejala sedang dengan komorbid maka harus dipantau di rumah sakit," kata Satgas Covid-19 IDAI, Yogi Prawira beberapa waktu lalu.

Pada kasus anak terinfeksi tanpa gejala atau bergejala ringan bisa isolasi mandiri di rumah. (osi/berbagai sumber)

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Corona di Indonesia
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved