Berita Bali

Khawatir Work From Bali Ditunda, Pelaku Pariwisata Tanggapi Pernyataan Sekretaris Satgas Covid-19

Sejumlah asosiasi dan pelaku pariwisata Bali membantah pernyataan yang menyebutkan bahwa program WFB berkontribusi pada kenaikan jumah positif Covid

Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Noviana Windri
Sekretaris, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin saat ditemui Tribun Bali beberapa waktu lalu - Khawatir Work From Bali Ditunda, Pelaku Pariwisata Tanggapi Pernyataan Sekretaris Satgas Covid-19 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bali juga secara tegas membantah kebijakan WFB sebagai pemicu lonjakan kasus Covid-19 di Bali.

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri sudah melalui syarat-syarat perjalanan yang ketat, diantaranya hasil swab test negatif untuk dapat masuk ke Bali sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Melonjaknya kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di Bali, tapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Jadi tidak tepat menyebut bahwa kebijakan WFB sebagai pemicunya,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana, Rabu.

Lonjakan kasus ini antara lain disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang semakin meningkat dan munculnya mutasi baru virus Corona.

Ia melanjutkan, kebijakan WFB yang dicetuskan pemerintah pusat sudah tepat karena dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Bali yang berbasis pariwisata sangat dirasakan masyarakat Bali.

“Kebijakan WFB akan sangat membantu perekonomian Bali kembali pulih tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tukas birokrat asal Wangaya Denpasar ini.

Ia berharap penilaian terhadap sebuah kebijakan tidak berdasarkan asumsi dan logika semata, namun juga didukung dengan data dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Masih Berharap

Sementara itu, semakin tidak jelasnya kabar pembukaan pariwisata Bali pada Juli 2021 membuat banyak pihak khawatir.

Pun begitu, Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace masih berharap agar jadwal pembukaan tersebut tidak kembali molor.

"Kami semua sangat berharap Juli ini (dibuka, red). Meskipun belum seratus persen seperti dulu,” katanya dalam Webinar bertajuk persiapan Bali untuk Open Border internasional yang digelar Jaringan Wisata Muhammadiyah, Selasa sore.

Padahal, menurutnya pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk open international Border atau pintu pariwisata internasional Bali sudah siap dengan mengacu pada indikator pendukungnya.

"Kesiapan Pemerintahnya, kesiapan kesehatan masyarakatnya serta kesiapan fasilitas penunjang pariwisata sudah sangat baik. Apalagi bicara ketaatan masyarakat Bali pada Prokes sangat luar biasa," tandasnya.

Salah satu indikatornya, menurut Cok Ace adalah bahwa dari segi kesehatan sudah lebih dari 50 persen warga Bali yang melakukan vaksinasi Covid-19 dari total target 70 persen.

Bahkan, ia menyebut bahwa masyarakat Bali sendiri merupakan daerah yang menduduki posisi nomor 1 ketaatan protokol kesehatan (prokes) di Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved