Breaking News:

Berita Jembrana

Polemik BBM Subsidi, 110 Kapal Nelayan di Jembrana Disebut Belum Penuhi Persyaratan

Polemik BBM (Bahan Bakar Minyak) Subsidi untuk para nelayan, membuahkan titik temu. Khususnya, bagi nelayan yang memiliki kapal ukuran di atas 30 GT.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Sosialisasi kepada Nelayan di Kantor PPN Pengambengan, Jembrana, Bali, Kamis 24 Juni 2021 kemarin sore. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Polemik BBM (Bahan Bakar Minyak) Subsidi untuk para nelayan, membuahkan titik temu.

Khususnya, bagi nelayan yang memiliki kapal ukuran di atas 30 GT.

Di mana kapal-kapal ini harus melakukan pengukuran ulang.

Pasalnya, masih ada sekitar 110-an kapal tangkap ikan nelayan belum memenuhi persyaratan.

Kepala PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) Pengambengan, Andi Mannojengi mengatakan, jumlah kapal yang belum memenuhi persyaratan 110 kapal.

Permasalahan di sini bukan nelayan tidak mau mengurus izin.

Namun, akibat dari adanya peraturan pengukuran ulang.

Baca juga: Tersapu Gelombang Tinggi, Perahu Nelayan di Perairan Yehsumbul Jembrana Terbalik

Misalnya ada kapal yang sebelumnya dilaporkan memiliki ukuran 25 GT. Namun, ketika diukur ulang menjadi di atas 30 GT.

Nah, karena perizinan dari pusat maka harus diurus ulang.

“Jadi masih ada 110 kapal yang belum memenuhi syarat. Tapi intinya, bukan mereka tidak mau mengurus. Persoalannya hanya karena ada ada perbedaan ukuran kapal saja. Dan itu harus diurus,” ucapnya Jumat 25 Juni 2021 kepada Tribun Bali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved