Breaking News:

Sponsored Content

Pemkot Denpasar Gelar Konseling Pra Perkawinan, Untuk Mewujudkan Keluarga Sukhinah Bhawantu

Dinas P3AP2KB dan WHDI Kota Denpasar bersinergi dengan Yayasan Sarwa Sukhinah Bhawantu menggelar Konseling Pra Perkawinan

Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Humas Pemkot Denpasar
Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Istri Wakil Walikota Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menyerahkan sertifikat kepada peserta Konseling Pra Perkawinan di di Samsara Living Museum Karangasem Bali Jumat 25 Juni 2021 - Pemkot Denpasar Gelar Konseling Pra Perkawinan, Untuk Mewujudkan Keluarga Sukhinah Bhawantu 

Karena bagaimanapun perkawinan merupakan ikatan sakral sebagai suami istri karena telah disahkan dihadapan Tuhan dan hukum.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, Konseling Pra Perkawinan ini merupakan praktek langsung yang diberikan kepada calon pengantin.

Di mana sebelumnya telah diberikan materi dan pemahaman kesehatan reproduksi, stunting dan membuat kuangen serta canang sari kepada calon pengantin di Gedung Santi Graha Denpasar pada tanggal 12-20 Juni 2021 kemarin.

Menurut Sagung Antari perkawinan itu tidak dimulai dari prewedding dan berakhir di pesta.

Namun perkawinan itu baru dimulai setelah para undangan pulang atau pesta berakhir.

"Untuk itu kami mengucapkan terima kasih banyak kepada peserta menjadi pionir-pionir dalam mewujudkan mimpi mimpi keluarga sejahtera dan bahagia," kata Sagung Antari.

Baca juga: Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Pujawali di Pura Pengubengan Karangasem

Setelah acara ini selesai, Sagung Antari mengharapkan peserta membuat testimoni apakah kegiatan ini berdampak positif atau tidak.

"Semoga apa yang diberikan disini bisa bermanfaat. Untuk itu saya harapkan peserta untuk menekuni dan mengikuti sampai hari terakhir acara," harapnya.

Ketua Yayasan Sarwa Sukhinah Bhawantu, Dr. IDa Ayu Alit Maharatni S.P.Si, M.Si mengatakan, kegiatan ini dilakukan di Yayasan ini karena di tempat ini ada proses dari lahir hingga atma wedana.

Siklus itu harus dialami, namun sebelum kelahiran pasti diawali dengan perkawinan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved