Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Muncul Varian Baru Virus Corona Kappa Dan Lambda yang Dikhawatirkan Ilmuwan Selain Delta

Namun kini ada dua jenis virus lain muncul, yaitu Kappa dan Lambda, yang telah membuat para ahli kesehatan khawatir. 

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
Gambar oleh Vektor Kunst dari Pixabay
Foto ilustrasi virus corona di tubuh 

TRIBUN-BALI.COM - Virus Corona varian Delta kini tengah menjangkiti berbagai belahan dunia yang menyebabkan gelombang pandemi kedua. 

Varian Delta (B.1.617.2) yang pertama ditemukan di India ini membuat beberapa negara kembali melakukan pembatasan demi perang melawan Covid-19 varian Delta sedang berlangsung.

Namun kini ada dua jenis virus lain muncul, yaitu Kappa dan Lambda, yang telah membuat para ahli kesehatan khawatir. 

Virus Corona Varian Kappa dan Lambda dari virus SARS-CoV-2 diberi label "variants of interest" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masing-masing pada bulan April dan Juni.

Menurut WHO, "variants of interest atau VoI" adalah varian yang telah diidentifikasi menyebabkan penularan komunitas/beberapa kasus/cluster COVID-19, atau telah terdeteksi di banyak negara.

Kedua varian itu juga dikatakan memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan, yang bisa menjadi faktor yang menyebabkan penyebaran virus.

Dilansir CNBC TV18, ini hal-hal yang diketahui tentang varian Kappa dan Lambda.

Kappa

Kappa (B.1.617.1), saudara dari varian Delta, telah ditemukan membawa lebih dari selusin mutasi.

Varian ini disebut sebagai “mutan ganda” karena dua mutasi yang teridentifikasi — E484Q dan L452R.

Telah ditemukan bahwa mutasi L452R Kappa membantu virus keluar dari respons imun alami tubuh.

Varian ini juga memiliki sub-garis keturunan — B.1.617.3 — yang dilacak dengan cermat oleh para ahli kesehatan.

Seperti varian Delta, Kappa juga pertama kali terdeteksi di India.

Varian tersebut merupakan 3 persen dari semua sampel yang dikirimkan oleh India dalam 60 hari terakhir ke GISAID yang berbasis di Munich, yang mengelola database global genom virus corona baru.

India sejauh ini mengirimkan sampel Kappa terbanyak ke GISAID, di bawah negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan lainnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved