Music Zone
The Anacaraka Angkat Kisah Perjalanan di Single "Berjalan Berlari"
Debut single sekaligus video musik "Bulan Bintang" yang dirilis beberapa bulan lalu menjadi tonggak bangkitnya unit punk rock asal Denpasar, The Anaca
Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Debut single sekaligus video musik "Bulan Bintang" yang dirilis beberapa bulan lalu menjadi tonggak bangkitnya unit punk rock asal Denpasar, The Anacaraka, setelah belasan tahun vakum.
Sukses melepas single perdananya itu, kini mereka kembali menggebrak lewat single kedua berjudul "Berjalan Berlari".
Dilepasnya single kedua ini dibarengi video musik dengan konsep animasi.
"Single dan video klip lagu "Berjalan Berlari" ini sudah kami rilis akhir bulan Juni 2021. Rilisnya di kanal YouTube," ucap vokalis juga gitaris The Anacaraka, Dik Prabu, Sabtu, 3 Juli 2021.
Lagu "Berjalan Berlari" ini kata Dik Prabu, bercerita tentang rekam jejak perjalanan The Anacaraka yang sempat vakum, dan kini berusaha bangkit melahirkan karya kembali.
Baca juga: Profil Tepeng, Vokalis Steven & Coconuttreez, Sosok yang Besarkan Musik Reggae di Indonesia
"Jika diperhatikan dari lirik lagu "Berjalan Berlari" adalah menceritakan kisah perjalanan Band ini yang sempat berhenti dan ingin bangkit kembali. Mungkin banyak juga yang mengalami hal serupa. Tidak hanya nge band mungkin pada hal-hal lainnya," tutur frontman The Anacaraka ini.
Berbicara konsep musik dan lirik single "Berjalan Berlari" adalah Dik Prabu yang menjadi konseptornya. Berbasis punk rock, The Anacaraka coba memasukan warna baru dalam single anyarnya itu.
"Yang menciptakan dan konsepnya saya, kemudian kami garap bersama. Awalnya dibuat dengan genre punk rock, tapi dilakukan perubahan menjadi genre Skunx agar lirik lebih jelas didengar, dan irama musik skunx mewakili perasaan enjoy kami," jelasnya.
Baca juga: Siap Ramaikan Blantika Permusikan Tanah Air, Kotak Musik Project Gandeng Musisi Muda Berbakat
Pun, Ide dan konsep alur cerita lahir dari Dik Prabu. Rencana awal membuat video musik yang standar kandas, lantaran kesulitan menerjemahkan ide cerita ke dalam bentuk visual. Lalu timbullah ide untuk pembuatan video musik dengan konsep animasi.
"Kebetulan saya punya teman komunitas animator dari Suci Animasi Jakarta yang siap membantu konsep video klip. Dua animator pun rela datang ke Bali untuk merampungkan project single kedua kami ini. Proses Pembuatan video klip animasi tidak memerlukan waktu yang lama, hanya diperlukan waktu seminggu," papar Dik Prabu.
Dengan telah dirisnya dua lagu original itu, The Anacaraka berharap bisa kembali meramaikan belantika musik Bali dan Indonesia.
"Kami hanya ingin berkarya, mengasah talenta dan naluri musik kami yang lama terpendam. Semoga kami bisa diterima kembali seperti dulu. Tapi sejak dirilisnya single pertama, bersyukur dari awal tahun ini kami sudah banyak mengambil tawaran manggung walaupun dalam situasi pandemi," ujar Dik Prabu.
Baca juga: Pecinta Musik Reagee Berduka, Vokalis Steven Coconuttreez Meninggal Terinfeksi Covid-19
Ya, badai pandemi diakui sangat berdampak, tapi bagi The Anacaraka situasi ini lah yang harus dimanfaatkan untuk fokus melahirkan karya baru.
"Justru situasi inilah yang membuat kami bisa fokus untuk berkarya, walaupun kami sempat vakum lama. Usia tidak akan menyulitkan kami untuk berkarya. Jadi bagi kami tak ada kata menyerah untuk berkarya, dan tetap berkarya dalam situasi apapun," tegasnya.
Saat ini mereka pun telah ancang-ancang merampungkan album. Namun sebelum album dirilis, The Anacaraka akan kembali melepas single berbahasa Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/personel-the-anacaraka.jpg)