Berita Tabanan

Penyekatan PPKM Darurat Hari Kelima, 19 Kendaraan di Tabanan Harus Diputar Balik

Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Ni Putu Wila Indrayani mengatakan, kegiatan penyekatan serangkaian PPKM Darurat terus dilakukan sejak 3-20 Juli 2021

Polres Tabanan
Tim Gabungan pengawasan pelaksanaan PPKM Darurat saat melakukan pemeriksaan di Pos Adipura, Tabanan, Rabu 7 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Tim Gabungan serangkaian pelaksanaan PPKM Darurat di Tabanan kembali melakukan penyekatan di simpang Adipura, Desa Dauh Peken Tabanan, Rabu 7 Juli 2021.

Pada hari ke-5 ini petugas melakukan pemeriksaan ratusan kendaraan yang melintas sebagai upaya mengurangi mobilitas kendaraan dan atau mobilitas masyakarat masuk ke wilayah Kabupaten Tabanan.

Total ada 19 Unit kendaraan yang di putar balik lantaran tak memiliki tujuan yang jelas.

Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Ni Putu Wila Indrayani mengatakan, kegiatan penyekatan serangkaian PPKM Darurat terus dilakukan sejak 3-20 Juli 2021 mendatang.

Baca juga: Tahun Ini, 5 Ruas Jalan di Tabanan dalam Tahap Perbaikan dan 7 Lainnya Masih Proses Lelang

 Seluruh kendaraan yang melintas utamanya yang datang dari arah Jawa, kendaraan Bus Umum disetop dan diperiksa.

"Semuanya kita setop kemudian dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat berkendara, dan kelengkapan surat kesehatan Swab Antigen dari Diskes, termasuk barang bawaan yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas," kata AKP Wila, Rabu 7 Juli 2021.

Dia menyebutkan, dari kegiatan tersebut total ada 234 unit kendaraan yang diperiksa.

Kemudian, jumlah kendaraan yang di putar balik sebanyak 19 unit, rinciannya 13 unit kendaraan roda dua, 6 unit kendaraan roda empat.

"Kemudian kami juga lakukan penindakan dengan teguran sebanyak 19 kali karena ada tak menggunakan masker dengan benar," tegasnya.

Selama kegiatan belum ditemukan hal-hal mencurigakan, situasi arus lalu lintas juga terpantau lancar.

Sebelumnya, AKP Wila mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud tindak lanjut dari SE Gubernur Bali terkait PPKM Darurat. Sehingga bagi kendaraan yang hendak ke Denpasar ataupun kendaraan yang tidak memiliki tujuan jelas sudah pasti di putar balik.

“Dari total ratusan kendaraan yang kami periksa, ada 68 kendaraan yang terpaksa kami putar balik. Itu karena alasan non esensial dan tidak memiliki tujuan yang jelas,” ungkapnya.

AKP Wila menyebutkan, sektor non esensial ini diantaranya seperti mereka yang bekerja di salon, arena bermain, kafe, galeri seni, tempat konser, spa, atau tempat wisata.

Mereka yang termasuk di sektor non esensial ini dibatasi sementara pergerakannya.

“Kemudian ketika kami mintai keterangan juga tujuannya tidak jelas ada yg berkunjung ke keluarga ataupun jalan-jalan. sehingga terpaksa kami putar balik," tegasnya.

Baca juga: Tribun Barat Lapangan Dangin Carik Tabanan Hampir Roboh, Pemkab Targetkan Agustus Selesai Diperbaiki

Menurutnya, kegiatan penyekatan bekerjasama dengan TNI dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini dilakukan setiap hari hingga berakhirnya PPKM Darurat tanggal 20 Juli mendatang. Kegiatan penyekatan khususnya dilakukan pada jam aktivitas kerja.

"Kegiatan penyekatan bisa kami gelar subuh, pagi hari ataupun malam hari," tandasnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved