Corona di Bali
PPKM Darurat, Pekerja Luar Denpasar Bawa Suket, Pengendara Tak Jelas Tujuan, Diputar Balik
Dalam pelaksanaan PPKM Darurat di Denpasar, Bali, tim gabungan memeriksa pengendara dari luar Denpasar yang masuk ke Denpasar
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sementara yang dengan tujuan Denpasar dimintai kejelasan terkait wilayah tujuan.
“Nanti kami koordinasikan dengan Satgas wilayah yang dituju. Karena mereka wajib isolasi mandiri,” katanya.
Sementara itu, dampak PPKM Darurat dialami sejumlah pengendara yang lewat di Jalan Raya Batubulan, Kecamatan, Sukawati Gianyar, Selasa.
Enam kendaraan, terdiri dari 5 sepeda motor dan 1 mobil, diminta putar balik di jalan penghubung Denpasar-Gianyar tersebut.
Mereka diminta putar balik karena tidak memiliki tujuan yang jelas.
Kasubbag Humas Polres Gianyar, AKP Nyoman Hendra Jaya mengatakan, kegiatan di Jalan Raya Batubulan tersebut merupakan giat penyekatan serangkaian Gianyar PPKM Darurat.
Kegiatan dilakukan tim gabungan dari polisi, TNI dan Satpol PP Gianyar.
Sasaran penyekatan, kata dia, adalah pengendara atau masyarakat yang tidak memiliki tujuan jelas, baik saat masuk ke kawasan Gianyar maupun yang dari Gianyar menuju ke Denpasar yang kini juga tengah menerapkan PPKM Darurat.
Dalam operasi ini, ada lima sepeda motor terdiri dari 10 orang yang diminta putar balik saat akan memasuki wilayah Gianyar dari Denpasar.
"Ada lima sepeda motor terdiri dari pengendara dan penumpang. Jadi total 10 orang. Kita putar balik. Mereka datang dari Denpasar. Semuanya satu rekanan yang bekerja sebagai tukang ledeng. Mereka ke Gianyar katanya mencari konsumen. Mereka bilang konsumennya di Pejeng, tapi karena tidak bisa menyebutkan Pejeng mana, mereka lalu diputar balik," ujarnya.
Baca juga: Yogi Khawatir PPKM Berjilid-jilid, Geliat Usaha Jasa Transportasi Bali Kembali Nol
Selain itu, satu unit mobil yang di dalamnya terdapat 4 orang, dari Gianyar menuju ke Denpasar juga diminta putar balik.
"Yang pakai mobil ini kami tanya mau ke mana, katanya mau ke Denpasar. Namun mereka tidak memiliki tujuan jelas ke sana, hanya jalan-jalan, sehingga kami pun putar balik," ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat menjadikan hal ini pelajaran, supaya tidak bepergian ketika tidak memiliki tujuan.
Sebab apa yang dilakukan oleh aparat, tidak lain hanya untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 yang kini semakin massif.
"Kami tidak membatasi masyarakat mencari nafkah. Kami hanya ingin melindungi masyarakat dari pandemi yang tidak kunjung berakhir ini," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ppkm-darurat-di-gianyar-1.jpg)