Corona di Bali
Tiga Pasien Covid-19 di Jembrana Bali Meninggal Dunia
seorang pasien asal Pengeragoan, berumur 80 tahun, meninggal karena Covid-19 berat dan pneumonia berat.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
WNA Positif Covid-19 Ngaku Tak Punya Uang, Kasatpol PP Badung: Yang Bersangkutan Minta Dideportasi
Warga Negara Asing (WNA) berinisial AN, yang diketahui positif covid-19 di wilayah Canggu Badung akhirnya dikarantina.
WNA asal Rusia itu tidak mau karantina karena tidak punya uang, bahkan saat diamankan, dia malah ingin dirinya dideportasi.
Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara yang ditemui usai menjemput WNA tersebut di vila tempat ia menginap mengaku bahwa WNA bersangkutan kini sudah dibawa ke Hotel Ibis, Jalan Raya Tuban, untuk menjalani karantina.
Pihaknya mengakui sebelum berhasil membujuk agar bule tersebut mau dikarantina, proses negosiasi berlangsung sangat alot.
Untuk meminta yang bersangkutan menjalani karantina itu tidak mudah. Diakui negosiasi dilakukan dari jam 4 sore hingga jam setengah 8 malam.
"Hingga malam dia baru mau naik ke mobil. Terus terang saja dia awalnya tidak yakin kalau kita petugas, bahkan dikira kita main-main," katanya.
Baca juga: Cegah Terjadinya Penimbunan Kebutuhan Medis Covid-19, Polres Bangli Lakukan Pengawasan di Apotek
Namun setelah dilihatkan surat tugas dan yang lainnya baru WNA tersebut percaya. Hanya saja saat berbenah-benahnya lama sehingga memakan waktu. Bahkan disebutkan WNA tersebut sempat menantang agar dirinya dideportasi.
"Dia kan memang mau pulang ke Negaranya. Makanya dia minta agar dirinya dideportasi," bebernya.
Dari hasil komunikasinya, bule bersangkutan mengaku tidak punya uang sehingga tidak mungkin melakukan karantina dengan uang sendiri. Karena kehabisan bekal itu pula bule tersebut berencana terbang pulang ke negaranya.
"Dia juga sempat menanyakan, kenapa setelah 5 hari setelah dites, baru dijemput. Selain itu, dia juga sempat tidak percaya kalau kami adalah petugas," ungkapnya kembali sembari mengatakan untuk pembiayaan karantina terpaksa dilakukan oleh satgas provinsi atau pemerintah provinsi Bali yang menanggungnya.
Informasi soal WNA tersebut, kata Suryanegara, awalnya diperoleh dari pihak Imigrasi. Kemudian hal itu langsung disikapi bersama-sama Perbekel Canggu, kepolisian, Dinas Kesehatan, serta Imigrasi.
"Untuk karantinanya berbayar atau tidak, kami sudah hubungi perwakilan konsulat Rusia kemungkinan besok yang akan menindaklanjuti,"jelasnya
"Ini juga pas sekali saya melaksanakan sidak di Canggu sehingga langsung saya tindaklanjuti," imbuhnya
Sementara itu, Perbekel Desa Canggu Nengah Lana, yang juga hadir pada penjemputan WNA itu mengatakan bahwa WNA bersangkutan sudah dinaikkan ke ambulan KBS Desa Canggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lantai-3-rsu-negara-jembrana-kembali-digunakan-tangani-covid-19.jpg)