Corona di Bali
Buka Data Contact Tracing Pasien Positif, Ombudsman Bali Usulkan Karantina di Tengah Laut
Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bali telah berlangsung hampir seminggu
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Menurutnya, ini merujuk pada hasil rapat terbaru dari seluruh Forkompinda Bali agar provinsi dan kabupaten dan kota di Bali melakukan karantina terpusat pasca meningkatnya kasus positif di Bali.
Menurut dia, pelaksanaan karantina di atas laut dinilai sangat efektif dan bisa menghemat anggaran.
"Kita memanfaatkan ruang laut yang kosong. Manfaatkan sarana yang ada. Lebih dari itu semua, mereka yang dengan OTG tidak cepat bosan di kamar hotel saja. Pemandangan lebih luas, bisa bervariasi. Rantai kontak benar-benar diputus. Kalau hanya sekadar komunikasi dengan keluarga bisa melalui telepon atau video call. Walaupun di darat mereka juga tidak bisa bertemu langsung keluarga," ujarnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Badung Cenderung Meningkat, RSD Mangusada Rencana Tambah 21 Bed
Dengan memanfaatkan ruang laut, ia menilai lebih efektif karena akan menghemat banyak biaya.
Lebih dari itu, para pengusaha kapal yang sudah lama menganggur perlu kecipratan rezeki juga.
Sebab selama ini hanya hotel yang digunakan sebagai tempat karantina.
"Berbagilah penghasilan dengan teman-teman pengusaha kapal pesiar. Bahkan lebih murah dibanding dengan dikarantina di hotel. Murah, efektif dan merata. Mereka cukup jalan jalan di sekitar perairan Bali. Bisa renang seperti di Nusa Lembongan, snorkeling, dan sebagainya, sambil edukasi soal laut Indonesia," ujarnya. (*).
Kumpulan Artikel Corona di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-ombudsman-ri-perwakilan-bali-umar-ibnu-alkhatab-tabanan.jpg)