Breaking News:

Ngopi Santai

Tragedi De Kuip

Juara Piala Dunia empat kali. Yes! Tapi jangan bilang Italia selalu bahagia karena sepak bola.

Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
AFP/BEN STANSALL
Skuad Italia saat merayakan kemenangan atas Austria pada 16 besar Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Minggu, 27 Juni 2021 dini hari WIB. 

TRIBUN-BALI.COM - Juara Piala Dunia empat kali. Yes! Tapi jangan bilang Italia selalu bahagia karena sepak bola.

Euro adalah jalan sengsara bagi Squadra Azzurra. Jejak pilu berurai air mata dalam penggalan waktu lebih dari lima puluh tahun.

Derita setengah abad yang belum berujung.

Setelah pesta gemerlap 1968 berkat kemenangan 2-0 atas Yugoslavia, dua kali Italia mencapai tangga puncak Piala Eropa.

Namun, kegetiran menyelimuti justru ketika hampir semua orang yakin mereka meraih trofi
juara.

Di antara via dolorosa Gli Azzurri, tak ada yang lebih perih ketimbang tragedi De Kuip.

Sayatan sembilu itu masih membekas utuh di hati Paolo Maldini Cs meskipun sudah lebih dari seratus purnama berlalu.

Rotterdam Belanda 2 Juli 2000. Final Euro, Italia vs Prancis. Duel membosankan malam itu baru luruh terurai ketika pertandingan bergulir hampir satu jam.

Melihat rekannya Luigi Di Biagio, Stefano Fiore dan Francesco Totti kesulitan menembus benteng Prancis yang dikawal super ketat Lilian Thuram, Marcel Desailly dan Laurent Blanc, Gianluca Pessotto naik
membantu.

Menit ke-55, Pessotto bergerak lincah dari sisi kanan lalu melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti lawan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved