Breaking News:

Ngopi Santai

Tragedi De Kuip

Juara Piala Dunia empat kali. Yes! Tapi jangan bilang Italia selalu bahagia karena sepak bola.

Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
AFP/BEN STANSALL
Skuad Italia saat merayakan kemenangan atas Austria pada 16 besar Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Minggu, 27 Juni 2021 dini hari WIB. 

“Kami tiba-tiba langsung menyadari kami akan kalah. Itu bukan sekadar gol menyamakan kedudukan,” ungkap Maldini.

Setelah gol Wiltord, kata Maldini, dia berusaha memotivasi rekan-rekannya untuk terus berjuang hingga menit terakhir.

“Kami saling mengingatkan agar bangkit dan memenangi final. Tapi itu hanya kata-kata, karena di hati kami paling dalam, kami sadar gol Wiltord merupakan pukulan psikologis amat besar,” ujarnya.

Sistem gol emas sungguh menghadirkan sudden death. Meski masih tersisa waktu 15 menit, Italia tak punya kesempatan lagi untuk membalas gol Prancis.

Federation Internationale de Football Association (FIFA) mulai menerapkan golden gol tahun 1993. Usia aturan ini tidak panjang karena dianggap tidak adil.

Pada tahun 2004 FIFA mencabut aturan gol emas tersebut.

Dua belas tahun setelah malam jahanam di Rotterdam, Kiev kembali menghadirkan harapan bagi Italia berjaya di Piala Eropa setelah 1968.

Mario Balotelli dkk lolos ke final Euro melawan Spanyol 1 Juli 2012. Apalah daya. Tim generasi emas La Furia Roja tampil begitu perkasa.

Sungguh sakti mandraguna. Final Euro 2012 menjadi momen antiklimaks yang memilukan. Spanyol menang telak 4-0.

Dalam waktu 90 menit, Gianluigi Buffon empat kali memungut bola dari gawangnya.

Gol Spanyol sumbangan David Silva (14'), Jordi Alba (41'), Fernando Torres (84'), dan Juan Mata (88'). Gol tercipta amat mudah.

Spanyol seolah tak mendapat perlawanan apa-apa. Itulah sebabnya Italia menerima kekalahan final 2012 dengan lapang dada. Tak seperih "takdir 30 detik" dua belas tahun sebelumnya di Belanda.

Final Keempat

Malam ini 11 Juli atau 12 Juli 2021 waktu Indonesia, Italia menapaki babak grandfinal Euro yang keempat sepanjang sejarah Piala Eropa.

Mereka melawan Inggris yang bermain di kandang sendiri, stadion legendaris Wembley London. The Three Lions sedang berada pada level permainan terbaik.

Penuh gairah yang meluap-luap karena untuk pertama kali mencicipi final Piala Eropa.

Italia dan Inggris sudah bertemu di berbagai event sebanyak 27 kali. Italia menang 11 kali, kalah 8 kali dan sisanya imbang. Rekor head to head yang menawan.

Khusus di ajang Piala Eropa dan Piala Dunia, Italia selalu mengalahkan Inggris dalam empat pertemuan mereka. Piala Eropa 1980 di Roma, Italia mengalahkan Inggris 1-0 di fase grup.

Italia menekuk Inggris 4-2 (0-0) lewat adu penalti pada babak perempat final Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina.

Saat perebutan posisi ketiga Piala Dunia 1990 di Roma, Gli Azzurri menang 2-1 atas Inggris.

Teranyar, Italia mencampakkan Inggris 2-1 pada babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brasil.

Inggris baru sekali masuk final dan meraih juara Piala Dunia 1966 saat menjadi tuan rumah. Italia mencapai final Piala Dunia enam kali, dan empat di antaranya juara yaitu 1934, 1938, 1982 dan 2006.

Sejak tahun 2018, tim asuhan Roberto Mancini meraih 33 kemenangan beruntun termasuk enam pertandingan sejak penyisihan Euro 2020.

Mancini memancarkan harapan baru pascakegagalan negeri itu lolos ke Piala Dunia 2018. Sejak fase grup Euro 2020, Italia mencetak total gol 12 dan gawang

Gianluigi Donnaruma hanya kebobolan 3 gol. Hebatnya lagi, lima pemain Italia masing-masing mencetak dua gol yaitu Lorenzo Insigne, Ciro Immobile, Federico Chiesa, Manuel Locatelli, dan Matteo Pessina.

Sedikit soal, Italia kehilangan bek kiri Leonardo Spinazzola yang cedera parah saat melawan Belgia. Posisi bek kiri kemungkinan diisi Emerson Palmeiri.

Kinerja Inggris pun fantastik. Tim Tiga Singa memenangi 11 dari 12 laga terakhir termasuk enam partai Euro 2020 dengan mencetak 10 gol dan hanya kemasukan 1 gol.

Dari 12 laga terakhir, skuat asuhan Gareth Southgate mencetak total 25 gol, mencatatkan 10 clean sheet, dan cuma kebobolan 2 gol. Pertahanan yang keren.

Penampilan Inggris terus membaik sejak menyingkirkan Jerman. Inggris memiliki lini belakang tangguh, baru kebobolan sebiji gol selama Euro 2020.

Lini depan khususnya sang kapten Harry Kane, semakin tajam. Kane sumbang empat gol dari tiga laga. Sementara Raheem Sterling yang sempat dicibir bikin diving melawan Denmark di semifinal, telah
mengoleksi tiga gol.

Tidak ada pemain yang absen karena cedera atau hukuman kartu. Semua pemain Inggris siap tempur melawan Italia di Wembley.

Duel Lapangan Tengah

Sedikitnya ada lima duel yang akan menjadi kunci pemenang dalam pertandingan malam ini. Final Euro 2020antara Italia vs Inggris diperkirakan berjalan ketat.

Dikutip dari AFP, ada lima pertempuran atau duel kunci di lapangan yang dapat mengayunkan permainan menjadi tim yang unggul. Yang pertama adalah duel antara Harry Kane vs Giorgio Chiellini.

Baik Kane maupun Chiellini tidak menikmati perjalanan yang mulus sepanjang turnamen ini, tetapi keduanya berperan penting untuk memenuhi harapan tim meraih trofi.

Kapten Inggris, Harry Kane adalah pencetak gol terbanyak di babak kualifikasi, tetapi secara mengejutkan dia gagal mencetak gol di babak penyisihan grup.

Namun, striker Tottenham yang memenangkan Sepatu Emas di Piala Dunia 2018 itu, bangkit dengan mencetak empat gol dalam tiga pertandingan fase gugur.

Ketajamannya mencetak gol itu membawa Inggris ke final turnamen besar pertama mereka selama 55 tahun.

 Bek tengah veteran Italia, Chiellini pada laga pertama dia juga lambatpanas. Terutama di pertandingan Grup A kedua Italia melawan Swiss sampai kemenangan perempat final atas Belgia.

Namun kapten Azzurri, bersama bek Juventus, Leonardo Bonucci telah memainkan peran besar dalam membantu Italia menahan serangan gencar penyerang-penyerang berbahaya dari Belgia di perempat final dan
striker-striker Spanyol pada laga semi-final.

Duel berikutnya yang menentukan adalah Raheem Sterling vs Giovanni Di Lorenzo. Pemain sayap Manchester City, Sterling telah menjadi kekuatan pendorong di belakang kemajuan yang diraih Inggris.

Dia mencetak gol kemenangan melawan Kroasia dan juga saat melawan Republik Ceko di babak penyisihan grup sebelum mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 babak 16 besar atas Jerman.

Dia juga membantu Inggis saat mengalahkan Denmark di semifinal,setelah mencetak asis untuk gol pembuka Kane melawan Ukraina di perempat final.

Di Lorenzo kemungkinan ditugaskan Mancini untuk meredam pergerakan Sterling.

Bek kanan Napoli itu tampil baik meski sempat kesulitan meladeni kecepatan Jeremy Doku saat laga melawan Belgia, sehingga kebobolan gol penalti karena pelanggaran yang tidak perlu terhadap pemain remaja itu.

Duel selanjutnya adalah Kalvin Phillips vs Jorginho. Jorginho telah dianggap sebagai detak jantung di lini tengah Italia.

Dia menjadi alasan di balik perubahan taktis yang membuat pasukan Roberto Mancini menikmati penguasaan bola lebih banyak daripada tim Italia sebelumnya.

Lini tengah Italia banyak ditentukan kiprah Jorginho. Pemenang Liga Champions itu tidak begitu dominan di semifinal saat melawan Spanyol, ketika Jorginho menghadapi pemain muda sensasional Barcelona, Pedri
yang cukup bersinar di lini tengah.

Jorginho dan Pedri yang lebih banyak bermain di turnamen ini daripada Phillips yang dilatih Marcelo Bielsa di Leeds.

Inggris akan berharap Phillips dapat menggunakan energinya dengan baik meredam pengaruh Jorginho, seperti yang dia lakukan pada Luka Modric dalam pertandingan pembukaan melawan Kroasia.

Duel kunci berikutnya adalah Luke Shaw vs Federico Chiesa. Dua pemain bintang turnamen akan saling berhadapan di sayap kanan Italia.

Pemain muda Juventus, Chiesa telah menyiksa pertahanan lawan dengan kecepatan dan keterampilannya, termasuk saat mencetak gol brilian melawan Austria dan Spanyol.

Bek kiri, Luke Shaw akan menjadi orang yang ditugaskan untuk menghentikannya, tetapi bek Manchester United itu juga menjadi ancaman saat menyerang, saat ini dia telah menyumbang tiga asis.

Kedua tim berharap bisa membuat lawannya lebih sibuk bertahan, daripada dibiarkan bebas berlari menyerang ke lini pertahanan.

Duel kelima ntara Harry Maguire vs Ciro Immobile. Immobile, sejauh ini belum tampil maksimal di Euro 2020. Tetapi sudah mencetak dua gol dan memiliki rekor gol brilian untuk Lazio.

Dia harus dalam kondisi terbaik untuk menimbulkan masalah bagi Maguire, mengingat bek tengah Inggris itu tampil mengesankan sejak pulih dari cedera.

Immobile dapat ditugaskan untuk menekan Maguire sehingga bisa mencegahnya memainkan umpan ke depan yang sangat berbahaya.

The Three Lions harus berhadapan dengan tipe permainan tim Azzurri yang berbeda. Gareth Southgate memuji Roberto Mancini. Dia waspadai ancaman tim Mancini.

"Mereka memiliki cara bermain yang sangat jelas, semangat luar biasa, energi yang hebat dalam cara mereka bermain. Secara taktik seperti semua tim Italia sangat bagus, tetapi juga gaya permainannya mungkin
berbeda dengan tim Italia saat saya masih muda, sangat modern," kata Southgate kepada Sky Italy.

"Saya telah mengamati mereka secara cermat selama dua tahun. Saya tahu pekerjaan Roberto Mancini. Ini adalah tim yang luar biasa, dan saya tanpa ragu mengatakan, dua tim terbaik turnamen ini telah mencapai
final," kata Southgate.

Roberto Mancini yakin Italia telah membuktikan kekuatan mereka di final.

"Hampir tidak ada yang percaya kami bisa melakukannya, namun kami ke final," kata Mancini.

"Ada pertandingan di mana Anda harus menderita. Tidak semua bisa semulus kemajuan kita selama ini. Kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit. Itulah mengapa para pemain dan semua orang yang bekerja bersama kami selama tiga tahun terakhir layak mendapat pujian besar, karena itu tidak mudah,” tambah Mancini.

"Kami senang bisa memberikan hiburan malam yang indah ini kepada orang-orang Italia. Kami masih memiliki satu pertandingan lagi di final,” demikian Mancini.

Pertandingan final Minggu malam ini akan menjadi kesempatan tim Inggris untuk meraih gelar juara Eropa untuk pertama kali. Selain itu menjadi momentum emas mengakhiri catatan buruk mereka melawan Italia
di turnamen besar.

Bagi Azzurri, pertandingan tersebut bisa menandai kelahiran kembali sepak bola Italia setelah bertahun-tahun mengalami masa kegelapan.

Terutama setelah gagal tampil di Piala Dunia 2018. Siapa pemenang di Stadion Wembley Senin dini hari nanti? Apakah tragedi De Kuip kembali menghampiri Italia?

Penggemar Inggris dan Italia silakan jawab sendiri. Selamat menonton! (dion db putra)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved